oleh

Hamil 7 Bulan Keluarga Korban Seret Pelaku Ke kantor Polisi

-Hukum-48 views
MUSI RAWAS – Terbuai dengan kata kata gombal, pelajar SMP di cabuli kakak ipar sendiri ‎hingga hamil 7 Bulan. Tidak terima atas perlakuan mesum pelaku, keluarga korban melabrak pelaku hingga menyeret ke ranah hukum.
Kejadian itu terjadi di Desa Jambu Rejo, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura. Kamis (5/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah warga di permukiman itu digegerkan oleh aksi keluarga Bunga (14), yang melabrak Apri Suarno (27).
Mereka menarik Apri diduga sebagai pelaku yang menghamili Bunga, ke Kantor Kepala Desa, kondisi itu sempat menjadi tontonan warga. Awalnya Apri mengelak dan tidak mengaku, jika sudah berbuat mesum dan mengakibatkan Bunga mengandung 7 Bulan.
Selanjutnya pihak Korban menghadirkan Bunga, saat di tanya secara langsung Bunga mengaku sudah melakukan hubungan intim bersama Apri sebanyak dua kali di rumah pelaku. Aksi itu dilakukan, saat bunga tengah bermain di rumah pelaku, lalu dibujuk pelaku untuk melakukan aksi mesum. Dia mengaku sempat diancam pelaku setelah melakukan perbuatan mesum itu, agar tidak memberitahukan ke pihak keluarga.
Bunga yang tengah hamil 7 Bulan, saat ini semakin ketakutan lantaran perutnya sudah mulai membesar dan tidak mau bersekolah lagi. Setelah mendengar penjelasan Bunga, pihak Pemerintah Desa menyarankan keluarga korban membawa kasus ini ke ranah hukum.
Pelaku dan pihak keluarga di dampingi Pemerintah Desa langsung mendatangi Polsek STL Ulu Terawas dan memperkarakan kasus ini secara resmi. Sesampainya di kantor Polisi, Apri mendadak berubah pikiran dan mengakui sudah mencabuli Bunga lalu mengajak pihak keluarga agar menuntaskan masalah ini dengan cara kekeluargaan. Pelaku mengaku khilaf dan takut aibnya di beberkan di depan umum.
Keluarga Korban yang berang atas ulah pelaku, tidak mau mencabut laporan dan tetap menuntut Apri ke Polisi. Kepala Desa Jambu Rejo, Maryadi mengaku hanya menengahi permasalahan yang dihadapi warga. “Jika itu sudah masuk ke ranah hukum, ya biarkan diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” bebernya.
Pihaknya berharap, masyarakat tetap tenang karena kasus ini sudah ditangani secara langsung oleh pihak kepolisian. Karena tidak menutup kemungkinan, adanya aksi kemarahan pihak keluarga korban atas ulah pelaku yang telah menyetubuhi adik iparnya sendiri.
Terpisah, Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim Mura AKP Wahyu membenarkan adanya laporan perbuatan asusisa terhadap anak di bawah umur tersebut yang tercatat dengan dasar laporan ‎LP B – 18 / IX / 2019 /Sumsel/Res Mura/Trws, tgl 06 September 2019.
Pihaknya menegaskan, saat ini sudah menahan terlapor karena laporan korban juga dilengkapi dengan hasil visum. “Itu sedang kita proses dan laporannya memang ada, pelaku sudah ditahan dan mengakui perbuatanya. Untuk selanjutnya, kami akan lengkapi beberapa alat bukti,” bebernya.
AKP Wahyu mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal 82 UU No 35/2004 perubahan atas UU 2002 tentang perlindungan anak.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya