oleh

Hamili Anak Kandung Petani Karet Dibui

PALI – Tidak pantas apa yang telah dilakukan, Rusdi (34), Warga Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang sangat tega telah melakukan perbuatan tidak terpuji, dengan menyetubuhi anak kandungnya sendiri hingga mengandung dua bulan.

Pelaku berhasil diamankan Tim Elang Polsek Talang Ubi pimpinan Ipda Bambang SH, Kamis (4/5) sekitar pukul 22.40 WIB, saat sedang berada di Salah satu pondok, tidak jauh dari rumahnya setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Talang Ubi.

Aksi bejat pelaku tersebut dilakukanya, setelah dirinya tidak mampu menahan nafsu melihat tubuh anaknya yang kini sudah mulai dewasa, dengan cara memegang dan mengeluarkan kemaluanya, dihadapan korban, kemudian pelaku menyuruh korban untuk memegangnya, akan tetapi ditolak oleh korban.

Hingga suatu hari, pelaku meminta korban untuk membantunya melakukan penyadapan karet tempat keseharian pelaku bekerja. Disitu, pelaku semakin nafsu melihat tubuh korban, dan langsung menanyakan kepada korban apakah masih perawan atau tidak.

Setelah itu pelaku membujuk korban untuk di tes masih perawan atau tidak. Namun, korban menolak dan kemudian korban hendak berlari, namun tangan korban ditarik paksa oleh pelaku, lalu pelaku langsung merobohkan tubuh korban ketanah dan langsung menindih korban dan menyetubuhinya.

Kemudian pelaku kembali mengulangi perbuatannya sebanyak dua kali, dilokasi yang sama. Setelah korban merasakan kejanggalan setelah kejadian itu, dengan di dampingi Ibunya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Talang Ubi, selanjutnya diarahkan untuk visum,m yang ternyata sudah mengandung dua bulan.

Kapolres PALI, AKBP Yudhi Suhariyadi SIK, didampinggi Kasat Reskrim AKP Rahmad Kusnedi didampinggi Kapolsek Talang Ubi Kompol Yuliansyah mengatakan, setelah penyidik menerima laporan dan memeriksa saksi-saksi serta mengambil hasil visum pihaknya langsung mengamankan pelaku.

“Setalah mendapatkan informasi, Tim Elang yang dipimpin oleh Ipda Bambang SH, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Talang Ubi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian diamankan di Mapolres PALI untuk penyidikan lebih lanjut. “Pelaku kita kenakan Undang-Undang nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan maksimal ancaman 20 tahun penjara,” terangnya.

Sementara, pelaku mengaku khilaf melakukan perbuatan tersebut. “Saya khilaf pak, saat kejadian itu istri saya tidak ikut ke kebun karena demam. Jadi hanya kami yang ke kebun karena memang anak saya sedang libur sekolah,” aku bapak dua anak ini. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya