oleh

Hanya 10 Pemain Timnas U-23 Sukses Taklukkan Brunei

JAKARTA – Timnas Indonesia U-23 akhirnya bisa memecahkan telur di penyisihan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23. Setelah dua kali tersungkur masing takluk pada Thailand U-23 dan Vietnam U-23, semalam Witan Sulaiman dkk sukses menghancurkan Brunei Darussalam.

Bertempat di My Dinh Stadium Hanoi, Vietnam, Pasukan Garuda Muda menang 2-1 meski sempat bermain dengan 10 pemain.

Timnas Indonesia U-23 pantas berterima kasih kepada Dimas Drajad. Striker kelahiran Gresik 21 tahun silam ini menyelamatkan muka Indonesia dari hasil imbang.

Pertama, dia cetak gol pembuka Indonesia menit 30. Kemudian menggagalkan penalti kedua pemain Brunei Darussalam. Dimas harus gagalkan penalti karena dia mendadak menjadi kiper setelah Mohammad Riyandi di 10 menit terakhir pertandingan.

Berkat penyelamatan itu, Indonesia tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Gol kedua Indonesia dicetak Rafi Syaharil pada menit ke-78.

Sementara gol semata wayang Brunei tercipta pada menit 82 oleh Azim Izamuddin. Brunei mendapat penalti kedua menjelang bubaran, tapi mampu ditepis Dimas.

Sayangnya, aksi heroik Dimas ini tidak berpengaruh pada nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23. Ini karena baik Indonesia maupun Brunei sudah tersingkir karena sama-sama kalah dua kali.

Dengan kemenangan ini, Indonesia menghindari posisi juru kunci. Modal tiga angka membuat mereka bertengger di peringkat ketiga. Sementara Brunei tetap di peringkat juru kunci.

“Pertandingan ini laga ketiga, memang sudah tidak menentukan, dan kami tim pelatih memutuskan mencoba pemain yang belum turun, karena kami perlu evaluasi semua pemain.

Tadi banyak pergantian dan rotasi, perlu bagi kami juga memastikan pemain-pemain tersebut pantas di tim saya,” ucap Coach Indra Sjafri.

Indra menjelaskan, Indonesia kesulitan memproduksi banyak gol karena Brunei bermain seperti prediksinya. Mereka lebih suka bertahan dengan andalan serangan balik. “Kita membnongkar itu kurang sabar, bahkan banyak hal-hal yg sudah kami beri tahu, kalau orang main deep defending kita main harus melebar, sirkulasi bola cepat, dan banyak melepas tendangan dari luar kotak penalti. Nyatanya tadi ada satu tendangan luar kotak penalti jadi gol,” ucapnya.

Bagaimana selanjutnya pemain setelah gagal di kualifikasi ini? Coach Indra menjelaskan bahwa para pemain langsung diliburkan dari aktifitas timnas. Semua dikembalikan ke klub masing-masing. “Selepas ini pemain kembali ke klub. Tentu kami berharap mereka akan main reguler di kompetisi,” terangnya. (kmd)




Komentar

Berita Lainnya