oleh

Harapkan Ketum MUI Prioritaskan Umat

PALEMBANG – Tak lama lagi. Tepatnya 25-28 November mendatang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-10. Munas yang berlangsung di Jakarta tersebut dipastikan mendapat dukungan dari MUI Kota Palembang.

Ketua MUI Kota Palembang, H Saim Marhadan mengatakan. Sejak pertama kali didirikan, MUI sendiri sudah menjadi wadah bagi umat Islam dan seluruh ulama dalam berkontribusi membangun negeri.

“Sudah banyak terobosan yang dilakukan MUI. Terutama dalam hal melindungi Umat Islam di Indonesia dari pengaruh buruk yang dilarang agama,” katanya kepada Sumatera Ekspres, kemarin (18/10).

Menurut Saim, kedepan MUI sendiri akan tetap menjadikan umat sebagai prioritas utama. Dalam artian pemimpin MUI kedepan haruslah yang mempunyai keilmuan agama yang mumpuni. “Ya dengan terpilihnya pemimpin yang demikian maka kita berharap ini jadi momentum dalam menyatukan umat Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu dengan dilakukan Munas ke-10 tersebut, dia berharap bisa menjadi uhkuwah antar umat Islam di Indonesia. Dan akan terus terjaga dan terjalin melalui MUI. “Ya kita kedepan juga berharap bisa berkontribusi banyak dan bersinergi dengan pemerintah agar semua visi dan misi kita bisa tercapai,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejak dibentuk pertama kali, MUI sudah menempatkan dirinya di tengah-tengah antara masyarakat dan pemerintah. Di masyarakat, MUI berlaku sebagai Himayatul Ummah atau pelindung umat dan bagi pemerintah, menjadi mitra atau Shaqidul Hukumah. Dua peran inilah untuk ditingkatkan dan dikuatkan demi persatuan umat (ukhuwah Islamiyah) dan bangsa (ukhuwah wathaniyah).

Pada Munas Ke-10 MUI, akan menjadi momentum sangat strategis dalam mengawal NKRI, Umat dan bangsa ini ke depan. Karena itu, perlu dipersiapkan evaluasi dan perumusan program yang visioner. Dan mengidentifikasi calon ketua umum yang memiliki kualifikasi keulamaan yang mumpuni dan istiqamah.

Untuk pencalonan, ada beberapa nama yang disebut yakni KH Miftachul Ahyar yang saat ini menjabat Rais Aam PBNU dan Kiyai Nazarudin Umar yang merupakan Imam Masjid Istiqlal. Ulama sekaligus politisi dari Nahdlatul Ulama (NU) Hilmy Muhammad menyebut. Memang sudah wajar jika Kiai Miftah dicalonkan menjadi ketua MUI pusat.

“Kalau terkait usulan itu wajar saja, Kiai Miftachul Achyar itu sekarang ada di Rais Aam NU yang merupakan ormas terbesar di Indonesia,” katanya.

Sosok yang biasa disapa Gus Hilmy itu menambahkan, kapabilitas Kiai Miftah levelnya sudah nasional. Pengalaman dan pengetahuan Kiai Miftah dinilai sudah sangat mumpuni. “Selama ini juga banyak kiai besar NU yang ada di MUI Pusat,” tandasnya. (yud/ce1)

Komentar

Berita Lainnya