oleh

Harga Batubara Melemah, Pendapatan PTBA Menurun

-Ekbis-162 views

JAKARTA – Pada triwulan pertama (TW1) tahun 2019, pendapatan usaha PT Bukit Asam (PTBA) merosot dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2018.

Pada TW1 PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp5,34 triliun, menurun dibandingkan TW1 2018 sebesar Rp5,75 triliun.

Pendapatan usaha itu bersumber dari 46 persen penjualan domestik dan 50 persen serta aktivitas lainnya sebesar 4 persen berupa penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa pelayanan rumah sakit dan jasa sewa.

Menurut Direktur Utama Arviyan Arivin menurunnya pendapatan usaha itu dikarenakan harga batubara  yang turun sebesar 13 persen.

“Harga jual rata-rata turun menjadi Rp 772.044 per  ton dibandingkan TW 1 2018 seharga Rp 887.883 per ton. Penurunan juga disebabkan pelemahan batubara Newcastle sebesar 7 persen maupun batubara thermal Indonesia  (Indonesia Coal Index) atau ICI sebesar 24 persen dibandingkan rata-rata TW1 2018, serta aturan pemerintah terkait DMO yang belum diimplementasikan secara penuh di TW1 2018,” katanya dalam Jumpa Pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (24/4).

Selain itu, beban pokok penjualan mengalami kenaikan 12 persen menjadi Rp3,56 triliun dibandingkan dibandingkan periode yang sama di TW1 2018 dengan beban sebesar Rp3,17 triliun. Komposisi kenaikan terbesar terjadi pada sisi angkutan kereta api.

Meski demikian PTBA tetap mendapatkan laba bersih sebesar Rp1,14 triliun dengan EBITDA tercapai sebesar Rp1,73 triliun.

Selain itu pada TW1 2019, PTBA mencatatkan kenaikan kinerja operasional dengan dimana produksi dalam tw1 2019 tercapai 5,70 juta ton meningkat 8,0 persen dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar 5,28 juta ton.

“Untuk angkutan batubara tercapai sebesar 5,84 juta ton meningkat 7,6 persen dibandingkan periode yang sama sebesar 5,43 juta ton dan mendorong peningkatan penjualan menjadi 6,65 juta ton atau naik menjadi 5,6 persen dari periode yang  tahun lalu sebesar 6,30 juta ton,” ujar Arviyan.(ran)

 

Komentar

Berita Lainnya