oleh

Harga Bawang Putih Naik, Permintaan Turun

PAGARALAM – Sejak beberapa pekan terakhir ini, harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kota Pagaralam merangkak naik. Saat ini harga bawang putih naik dari semula di kisaran Rp45 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg.

“Bawang putih saya jual Rp60 ribu per kilogram. Harganya memang sedikit mahal bila dibandingkan beberapa minggu lalu, sebab kita ambil dari agen saja sudah tinggi modalnya,” terang Mbah Gin, pedagang bumbu dapur di Pasar Rakyat Nendagung.

Menurut Mbah Gin, kenaikan harga bawang putih ini membuat dirinya tidak begitu terlalu ambil stok banyak, sebab pembeli yang ingin mencari bawang putih pun cenderung tak begitu ramai.

“Kalau harga bawang putih mahal, para pembeli biasanya tak begitu banyak untuk membeli bawang putih dalam jumlah besar. Jadi kita mengambil stok bawang putih serta menjual secukupnya saja,” ujarnya.

Dia tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab harga bawang putih mengalami kenaikan di pasaran. “Tidak tahu apa yang jadi sebab adanya kenaikahan harga bawang putih ini. Untuk bawang putih asal Jawa yang kita jual, kita beli dari agen,” tuturnya.

Senada juga dikatakan pedagang sayuran di Pasar Rakyat Nendagung, Jumiyah. Ia mengatakan tidak mengetahui secara pasti kenaikan harga bawang putih. “Sekarang harga tengah naik. Kenaikan ini membuat daya beli masyarakat turun,” tukasnya.

Santi (28), salah seorang ibu rumah tangga (IRT) mengakui jika kenaikan harga bawang putih di pasaran yang saat ini menyentuh harga Rp60 ribu per kg, membuatnya mencoba membeli kebutuhan bumbu dapur itu dalam jumlah yang cukup sedikit.

“Bila harga bawang putih naik, terpaksa kita beli dalam jumlah yang sedikit. Hitung-hitung untuk tambahan memenuhi kebutuhan bumbu dapur di rumah. Karena bila ingin beli dengan jumlah banyak, uang belanja untuk membeli kebutuhan lain takutnya tidak cukup,” tandasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya