oleh

Harga Gula Kini “Tak Semanis” Rasanya

EMPAT LAWANG – Harga gula pasir di Kabupaten Empat Lawang, khususnya di minimarket wilayah Kecamatan Tebing Tinggi melonjak tinggi. Stoknya di gudang-gudang juga sudah menipis.
Hal ini diketahui setelah Tim Koordinator Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Empat Lawang meninjau ke pasar dan minimarket di wilayah Tebing Tinggi, kemarin (2/4).

“Tadi tim pengendalai inflasi daerah turun ke lapangan. Mengecek stok sembako di minimarket dan gudang-gudang, mulai dari beras, gula, terigu, minyak dan lainnya,” kata Ketua Tim Koordinator Pengendalian Inflasi Daerah, Hendra Lezi.

Lanjut Hendra Lezi, yang juga menjabat Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setda Empat Lawang ini, tim yang turun kelapangan terdiri dari Pemda, Polres dan BPS.

“Untuk secara keseluruhan hanya gula yang langka sehingga hargannya tinggi mencapai Rp18-19 ribu per kg, dari harga normalnya Rp13-14 ribu per kg,” jelasnya.

Kelangkaan gula pasir ini disebabkan dari pabrik dan distributornya yang macet dan stoknya yang menipis sehingga harga naik. Sedangkan harga sembako yang lain dan gas elpiji 3kg masih normal dan stoknya aman.

Setelah peninjauan ini, tim akan mengadakan rapat untuk mencari solusinya. Kemungkinan akan menggelar operasi pasar namun dengan batasan pembeli sehingga tidak menimbulkan perkumpulan massa.

“Akan mengadakan operasi pasar dengan catatan lapor ke bupati untuk ambil langkah mengatasi kelangkaan gula dan koordinasi dengan bulog juga,” katanya.

Sementara, Linda, ibu rumah tangga, warga Jalan Poros Tebing Tinggi mengaku harga gula pasir di warung kelontongan mencapai Rp20 ribu. Sehingga ia mengurangi belanjaan yang lain untuk membeli gula.

“Harga gula sekarang tidak semanis rasanya. Semoga dalam waktu dekat bisa normal lagi,” harapnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya