oleh

Harga Karet Naik, Petani Petani Mulai Bergairah

MUARA ENIM – Petani menyambut gembira harga karet yang mulai berangsur naik. Sejak terhitung dua minggu terakhir kehidupan petani karet mulai bergairah, menyusul naiknya harga getah karet yang berkisar antara Rp9000 per kg. Meski begitu para petani masih mengharapkan kenaikan harga setidaknya sesuai dengan harga kebutuhan pokok.

“Sebelumnya berkisar di Rp4-5 ribu per kg. Sekarang alhamdulillah, harga karet naik menjadi Rp9 ribu per kg. Kami berharap harga karet ditingkat petani bisa naik lagi agar setidaknya berimbang dengan harga bahan pokok,” ungkap Yusuf (51) penati karet Muara Enim, Rabu (24/2).

Lanjutnya, baru bisa dikatakan normal dan stabil apabila harganya Rp10 ribu per kg. “Ya karena Rp10 ribu itu setimpal dengan harga beras 1 kg sehinga kami para petani ini bekerja agar bisa hidup dan makan juga,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkebunan, Ir Mat Kasrun, mengatakan bahwa harga karet saat ini berdasarkan data dari Disperindag Sumsel yakni kadar karet kering (K3) 100 persen adalah Rp 20.914, K3 70 persen Rp14 640, K3 60 persen Rp12 548, K3 50 persen Rp10.457 dan K3 40 persen Rp8.388,” terangnya.

Rata-rata petani ini menjual karetnya di ukuran K3 40 persen dimana begitu dapat langsung dijual. “Itu karena masalah ekonomi, mengingat petani membutuhkan uang dengan cepat,” ungkapnya.

Dinas perkebunan dalam hal ini terus berupaya melakukan rehabilitasi, intensifikasi dan pasca panen kepada para petani karet. “Seperti peremajaan karet dan optimalisasi hasil produksi dengan bentuan pupuk serta pasca panen dengan membantu alat sadap dan pembeku,” terangnya.

Untuk Kabupaten Muara Enim, kata dia, ada sekitar 150.000 Hektar kebun karet rakyat dimana 20 persen masih belum produktif. “Belum produktif disini misalnya usia pohon yang sudah lebih dari 25 tahun. Salah satu sasaran Disbun di 20 persen ini dengan cara peremajaan,” ungkapnya.

Disamping itu, juga selalu di sosialisasikan mengenai Bahan Olah Karet (Bokar) yang berkualitas ke para petani.

“Jelas jika kualitas bagus harga sangat mempengaruhi. Untuk itu petani diharapakan dapat meningkatkan kualitas bokar tersebut,” tukasnya.(nop/ozi)

Komentar

Berita Lainnya