oleh

Harga Karet Turun, Warga Desa Terusan Naik Haji karena Berkebun Jeruk

-Sumsel-58 views

SUMEKS.CO- Menurunnya komoditas karet di Muratara, tampaknya tak mempengaruhi pendapatan warga Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan.  Warga desa ini, punya alternatif pemasukan dengan berkebun jeruk.

Asnawi, salah satu warga pemilik kebun jeruk mengatakan, dalam satu hektare lahan miliknya bisa ditanami sekitar 600 pohon, dengan modal bibit Rp8 ribu/pohon.

“Modalnya sekitar Rp4,8 juta. Pohon di pupuk tiga kali dalam sebulan. Umur 2,5 tahun sudah bisa panen,” jelasnya.

Yang menguntungkan, buah jeruk dapat berbuah terus sepanjang musim. “Untuk satu hektare jika perawatan bagus bisa panen sampai 30 ton,” ungkapnya.

Dulu, katanya, sebelum warga mengembangkan tanaman jeruk, warga desa Terusan sangat mengandalkan komoditas karet dan kelapa sawit. “Tapi sekarang harganya tidak stabil, jadi kami beralih tanam jeruk,” cetusnya.

Bahkan banyak warga di desa Terusan yang dapat menunaikan ibadah naik haji gara-gara berkebun jeruk.

Tak hanya dijual, jerus juga diolah dalam bentuk kemasan. “Pesanan kito banyak dari mano-mano. Apo lagi dalam bentuk sirup. Ado yang ambek dari Palembang, ado dari Bengkulu dan daerah lainnyo,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Terusan Irsan membenarkan kalau saat ini warganya selain bertanam karet juga berkebun jeruk dan berhasil. “Iya memang banyak warga kami yang naik haji gara-gara punyo kebun jeruk. Jadi ini salah satu solusi bagi warga kami untuk atasi rendahnyo harga karet dan sawit,” tandasnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya