oleh

Harga Kedelai Naik, Produksi Tahu Dikurangi

EMPAT LAWANG – Karena tingginya harga kacang kedelai yang meningkat hingga 50 persen, para pelaku usaha pembuatan tahu di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terpaksa harus mengurangi jumlah produksi.

Apalagi pada masa pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung juga membuat jumlah permintaan tahu menurun.

Menurut Kemon, pengusaha tahu di Tebing Tinggi mengatakan, dirinya terpaksa mengurangi jumlah produksi sejak beberapa bulan terakhir ini. Lantaran harga kedelai melambung tinggi.

Dikatakannya, saat ini dirinya hanya mampu membuat dua karung per hari, dari sebelumnya produksi normal 2,5 karung sampai 3 karung per hari.

“Mungkin ini juga jadi salah satu dampak dari pandemi Covid-19, harga kedelai impor juga naik cukup tinggi. Jadi saya mau tidak mau harus kurangi jumlah produksi yang tadinya bisa sampai tiga karung, paling sekarang dua karung per hari,” katanya, kemarin (24/9).

Dia mengatakan, harga kedelai impor saat ini telah mencapai Rp8 ribu per kilogram. Sebelumnya berkisar di angka Rp6 ribu. Harga tersebut diakuinya terbilang cukup tinggi, sehingga satu-satunya cara menyiasati adalah mengurangi jumlah produksi.

“Ya mau bagaimana lagi. Harus kurangi produksi agar bisa bertahan dan tidak terlalu merugi,” ungkapnya.

Kemon yang sudah menjalankan usaha pembuatan tahu sejak tahun 1980 itu mengaku baru merasakan dampak yang cukup menyulitkannya dan pelaku usaha tahu lainnya karena pandemi Covid-19.

“Di masa sekarang ini, kami harus pintar putar otak bagaimana caranya agar usaha tidak gulung tikar, karena harga bahan baku naik, dan di masa pandemi ini juga permintaan berkurang,” terangnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya