oleh

Hari Ini Bertambah 46 Kasus Positif Covid-19 di Sumsel, Total 3.211 Orang

SUMEKS.CO – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan terus mengalami penambahan.

Hari ini saja, Jumat (24/7/2020) terdata 46 kasus positif Covid-19 baru, sehingga total kasus positif menjadi 3.211 orang.

Untuk kasus sembuh juga mengalami peningkatan, kasus sembuh di Sumsel ada penambahan 55 orang.
Sehingga kasus sembuh menjadi 1.581 orang.

Hari terdata kasus meninggal 5 orang, sehingga kematian akibat terinfeksi Covid-19 menjadi 149 kasus.

Update Nasional

Pertambahan kasus positif harian Covid-19 di tanah air dalam 24 jam terakhir bertambah 1.761 kasus. Sehingga total hingga Jumat (24/7) sudah 95.418 orang di Indonesia terinfeksi Covid-19.

Dalam data pada laman Kemenkes.go.id, Jumat (24/7), jumlah pasien sembuh bertambah 1.781 sehingga menjadi 53.945 orang. Sedangkan angka kematian bertambah 89 jiwa sehingga total 4.665 kasus kematian.

Ada pertambahan pasien berstatus suspek. Kini sebanyak 53.702 masih dipantau kondisinya. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan spesimen harian yakni 24.965 spesimen.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan terkait perkembangan kasus terkini tak diumumkan lagi melalui data harian lewat konferensi pers secara langsung. Dia berjanji seluruh data update harian terhadap kasus yang ada selalu disampaikan melalui website resmi.

“Di situ kami menyampaikan perkembangan kasus yang bisa diakses oleh masyarakat, oleh media tentang keadaan terkininya. Data-data tersebut akan diumumkan secara rutin setiap jam 16.00 tiap hari dan ini tergantung dari pengiriman data dari Kemenkes yang melakukan verifikasi dari seluruh data nasional yang masuk,” ujarnya.

“Kami berharap data-data ini dapat diakses oleh masyarakat secara realtime,” tambahnya.

Prof Wiku menegaskan tidak ada maksud pemerintah untuk menutupi data. Dia mengajak transparansi publik dan kontrol masyarakat apabila ada kondisi yang tidak sesuai dengan sebenarnya.

Sementara untuk kasus kematian, Prof Wiku mengakui ada pertambahan tertinggi pada 23 Juli mencapai 117 jiwa. Dan 2 hari sebelumnya jumlah meninggal tertinggi dalam sehari yaitu 139.

“Kalau kita lihat di sini jumlah meninggal cenderung terlihat fluktuatif. Salah satu halnya memang mungkin dalam penanganan kasus-kasus kondisi berat sehingga menimbulkan dampak sehingga meninggal,” sebutnya.

“Namun juga bisa disebabkan karena sistem pelaporan yang belum terintegrasi secara optimal di Indonesia sehingga laporan dari beberapa daerah belum bisa langsung diakses oleh publik atau dicatat oleh pem sehingga diberikan langsung. Ini adalah tugas kta bersama utk memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan akses data lebih transparan dan cepat,” imbuhnya. (Marieska Harya Virdhani/JawaPos.com)

Komentar

Berita Lainnya