oleh

Hari Ini, Jerinx Dipanggil Polda Bali

MODEL Nora Alexandra Philip mengabarkan sang suami musisi Jerinx, pentolan Superman Is Dead dipanggil pihak kepolisian terkat laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Hari ini @jrxsid dipanggil ke Polda Bali atas laporan dari IDI Bali terkait dengan postingan JRX yang dituding telah menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian berbasis golongan dan pencemaran nama baik,” ungkapnya lewat unggahan Instagramnya.

Dukungan penuh diberikan Nora untuk sang suami. Dia menjelaskan sejatinya Jerinx bukan menghina IDI namun menyuarakan keresahan atas kebijakan rapid test sebagai syarat administrasi termasuk buat ibu-ibu yang ingin melahirkan.

“Kita semua tahu bahwa JRX getol menyuarakan suara rakyat yang tidak terdengar di masa pandemi covid 19. Termasuk rasa empati besar dia yang akan tergerak bila melihat rakyat menjadi korban, seperti postingan dia yang berangkat dari keresahan setelah membaca berita berita terkait ibu yang mau melahirkan mengalami kesushan bahkan hanya diakibatkan rapid test yang dijadikan layanan kesehatan,” jelasnya.

“Dia bertanya kepada IDI, sebagai organisasi yang dibentuk untuk perikemanusiaan, mengapa praktek seperti ini terjadi? Bukan jawaban yang didapat tetapi kritik dan pertanyaan JRX dibalas dengan laporan ke polisi dengan gunakan UU ITE dan KUHP,” tegasnya.

Nora menyebut saat ini kita butuh orang-orang yang berani menyuarakan suara yang tidak terdengar, suara yang terpinggirkan. “Kritik JRX semestinya ditempatkan sebagai kritik, bukan malah mencari celah hukum atas diksi yang tidak esensial untuk menutupi hal yang substansial. Mari dukung terus JRX, jaga dia. Menjaga JRX adalah menjaga Kita,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemilik nama lengkap I Gede Ari Astina ini dilaporkan IDI ke Polda Bali, karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik lewat ujaran kebencian di media sosial.

Laporan ini tepatnya, saat Jerinx menyebut IDI adalah kacung Lembaga Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Itu diposting di akun media sosial Instagram pribadi @jrxsid.

Hal ini dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi, Selasa (4/8/2020). Dijelaskan Syamsi bahwa dalam postingan itu, JRX menyebut IDI dan Rumah Sakit sebagai kacung WHO. “Itu melalui medsos Instagramnya,” kata Syamsi.

Dimana di akun Instagram pribadinya, musisi yang juga aktivis lingkungan tersebut menulis “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19”.

Merasa dirugikan atas postingan itu, pihak IDI langsung melayangkan laporan ke Dit Reskrimsus Polda Bali, pada 16 Juni 2020 lalu. “Jadi ada kalimat itu, gara-gara kalimat IDI dan rumah sakit jadi kacung WHO,” terang Syamsi. (nin/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya