oleh

Harimau Turun Gunung

-Sumsel-806 views

Acak-acak Kebun Kopi 

PAGARALAM  – Jecky (25), baru memulai memetik buah kopi di kebun kawasan Bukit Tanjung Iran, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara. Hari itu sekira pukul 14.00 WIB, sekonyong-konyong seekor harimau melompat ke arah sungai yang tak jauh dari tempat Jecky berdiri.

Jekcy tersurut mundur ke belakang, buah kopi tak jadi dipetik. “Kira-kira sebesar anak sapi, bewarna loreng. Pastilah itu harimau,” ujar Jecky mengenai ukuran harimau yang dilihatnya sekira sebulan lalu itu, saat ditemui di kediamannya di Dusun Gunung Agung Lama, kemarin (30/8).

Jecky sadar yang dilihatnya itu adalah sebuah bahaya. Perlahan mundur, setengah berlari ia pulang ke rumahnya.  Memutuskan sementara waktu tak ke kebun. “Khawatir terjadi apa-apa,” ujarnya.

Namun sekitar empat hari lalu, Jekcy kembali ke kebun untuk memetik kopi. Ini karena dia mengatakan, kalau tidak dipetik, buah kopi akan runtuh. Kali ini yang temui Jekcy hanya suara auman saja. “Fisiknya saya tidak lihat. Tapi, pas ada auman, saya lihat burung-burung beterbangan ke udara,”akunya.

Menurut Rado (24), Ketua RT 12 Dusun Gunung Agung Lame, bukan hanya Jekcy seorang yang melihat harimau di kawasan perkebunan kopi Tanjung Iran. “Sampai saat ini sudah ada lima orang yang melihatnya secara langsung,” ujar Rado.

Penduduk ini kata Rado lagi, melihat harimau di waktu dan hari yang berbeda-beda. Bahkan ada seorang penduduk yang melihat dua ekor harimau sekaligus. “Posisi harimau itu sudah dekat sekali dengan Dusun Gunung Agung Lame,” ucap Jusri, Ketua RW Dusun Gunung Agung Lame, ditemui terpisah.

Menurut Jus, harimau itu sejatinya bermukim di sebuah bukit yang masuk hutan lindung. Namun katanya, karena kemarau, harimau ini mulai sulit mendapatkan sumber air dalam bukit. “Akhirnya harimau ini ke luar hutan mencari air, ya misalnya ke Sungai Selangis,” tutur Jus.

Keberadaan harimau itu kata Jus, membuat sebagian besar penduduk menjadi ketakutan. Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak datang ke kebun. “Resikonya terlalu besar,” ucap Jus. Dirinya berharap, supaya ada respon dari pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan harimau ini.

Arjanggi Priatna Hutama SSTP MAP, Camat Dempo Utara akan menyampaikan perihal harimau yang sudah masuk ke kebun kopi penduduk kepada pihak terkait. Diakuinya ini penting supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan baik kepada penduduk.

Kapolres Pagaralam, AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIK MSi melalui Kapolsek Dempo Utara Iptu Wempi A Kayadu SH membenarkan adanya laporan mengenai harimau yang memasuki kebun kopi di Dusun Gunung Agung Lama.

Wempi mengimbau supaya penduduk setempat meningkatkan kewaspadaan. Selain untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang peraturan. “Karena mahkluk itu dilindungi undan-undang,” ujar Wempi. (ald)

Komentar

Berita Lainnya