oleh

Hasil Visum Luar Banyak Luka Lebam dan Tulang Patah

-Headline-131 views

SUMEKS.CO – Setelah beberapa jam dilakukan visum luar, akhirnya tim dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang menemukan beberapa luka lebam di bagian tubuh korban PR (15), santri Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, yang tewas setelah diduga terjatuh dari pohon kelapa Senin (21/10) dini hari.

Menurut dokter Forensik RS Bhayangkara, Kompol dr Mansuri Sp Kf, ada bekas benturan benda tumpul dan beberapa tulang patah di sejumlah tubuh warga Dusun 1, Desa Sri Banding, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir itu.

“Hasil pemeriksaan visum bagian luar tubuh korban memang ditemui beberapa ada bekas benturan benda tumpul, kemungkinan karena terjatuh. Lalu beberapa tulang patah, memar, dan benturan di kepala belakang juga mengakibatkan retak,” terang Mansuri kepada awak media.

Sambung dia, mayoritas luka memar terdapat dibagian tubuh. Kalau dilihat adanya insiden atau kecelakaan karena ada beberapa saksi yang melihat,” tandas Mansuri.

Awalnya, setelah pihak keluarga mendapat informasi tewasnya korban langsung meminta polisi untuk melakukan autopsi. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat dan baru dirujuk ke RS Bari Palembang, namun diduga saat itulah nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi karena mengalami pendarahan.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi SIk melalui Kapolsek Indralaya, AKP Bambang menuturkan, usai menerima kabar pihak keluarga korban langsung membuat laporan polisi. Dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut saat ini juga sudah dimintai keterangan.

“Semua teman korban yang mengetahui, termasuk pengurus pondok dan siapa-siapa saja yang melihat diperiksa,” tegas Bambang.

Sejumlah saksi juga menyebut kalau korban terjatuh dari pohon kelapa setinggi 6 meter dini hari tadi. Namun penyidik masih mendalami keterangan saksi tersebut. “Yang masih kita dalami yakni apa alasan korban bisa naik ke pohon kelapa antara pukul 02.00-03.00 WIB,” tukasnya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya