oleh

HD : Anggarkan Rp 45 Miliar Karhutla di Sumsel

INDRALAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel)  sudah didepan mata. Agar permasalahan karhutla yang sudah menjadi “agenda” tahunan, Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) telah menganggarkan upaya penanggulangan Karhutla sebesar Rp 45 Miliar.

“Anggaran Karhutla sebesar Rp 45 Miliar, baru tahun ini, untuk 10 Kabupaten.Bantuan itu untuk membeli peralatan Karhutla yang tidak habis pakai,”kata ujar HD pada acara apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel tahun 2020 di Kebun Raya Sriwijaya Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) Selasa (30/6).

Dikatakan HD, pada tahun 2019 lalu telah terjadi peningkatan titik panas karena kondisi kemarau panjang. “Bulan November 2019 kita baru dapat curah hujan. Tapi Alhamdulillah kondisi kebakaran bisa dikendalikan, sehingga asap tidak menganggu aktivitas penerbangan,” ujar HD

Sedangkan pada Tahun ini lanjut HD, pihaknya akan meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla. “tahun ini jangan sampai  terjadi Karhutla Sumsel, khususnya di lahan rawa gambut yang sangat rentan terjadi kebakaran.

“Sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo agar Gubernur, Walikota dan Bupati hingga Kepala Desa agar dapat mencegah dan menanggulangi karhutla dengan cepat,tepat dan terkoordinir. Semua pihak harus kerjasama dan bereaksi dengan cepat,”pintanya

HD mengatakan, pentingnya hutan dalam kehidupan, sebab bila terjadi karhutla sangat berdampak negative bagi ekosistem dan lingkungan di Sumsel. Bukan hanya akan merugikan masyarakat setempat, namun juga bisa sebabkan perubahan iklim, efek gas rumah kaca dan berdampak buruk bagi lingkungan.

“Perhatian serius dan sinkronisasi satuan tugas dari Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga tingkat desa harus menjadi landasan dasar. Kesiapsiagaan karhutla di daerah harus dilakukan, karena itu Bupati dan Walikota ditunjuk langsung menjadi Dansatgas,” ujarnnya.

Selain itu kepada pihak terkait seperti Polri dan TNI serta unsur jajaran lainnya untuk  berperan  aktif dengan memberikan sanksi tegas bagi pembakar lahan, optimalisasi alat pertanian untuk membantu penanggulangan karhutla, dan memanfaatkan peralatan yang ada di perusahaan-perusahaan di Sumsel, hingga pemanfaatan dana desa untuk peralatan dan operasional sesuai ketentuan yang ada.

Makanya baru tahun ini, Pemprov Sumsel mengalokasikan dengan memberikan bantuan anggaran Karhutla sebesar Rp 45 Miliar , dana ini khusus untuk pengadaan alat penanggulangan karhutla tidak habis pakai.

”Ada 10 Kabupaten yang mendapat bantuan , yakni, Kabupaten Ogan Ilir mendapat Rp 7 miliar, Kabupaten OKI Rp 8 Miliar, Banyuasin Rp 7 miliar,  PALI Rp5 miliar, OKU Timur Rp 4 miliar, OKU Rp 2 miliar, Musi Banyuasin Rp 5 miliar, Musi Rawas Utara Rp 1 miliar, Muara Enim Rp 5 miliar, dan Kabupaten Musi Rawas Rp 1 miliar.

HD mengingatkan, agar masyarakat menjalankan perannya untuk tidak membakar lahan dan hutan, begitupun dengan perusahaan agar menjaga lahannya. “Saya juga minta agar korporasi ini memaksimalkan persiapan peralatan untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla,” katanya.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan pencegahan karhutla sudah dilakukan sedini mungkin. Diantaranya dengan meningkatkan kesiapsiagaan personil dan peralatan, optimalisasi peran dan fungsi OPD (organisasi perangkat daerah) dalam pencegahan dan penanganan baik ditingkat desa, kabupaten dan kota, serta provinsi.

“Makanya hari ini kita gelar apel kesiapsiagaan karhutla Sumsel yang diikuti seribu personil gabungan, baik dari TNI, Polri, BPBD, Pol PP, Manggala Agni, perusahaan perkebunan dan HTI, dan masyarakat peduli api,”ujarnya

Sebagai upaya persiapan penanggulangan karhutla, saat ini peralatan sudah disebar di lokasi karhutla. Termasuk bantuan dari pusat untuk pemadaman karhutla mulai dari satu unit helicopter patroli, dua unit helicopter waterbombing dan satu unit pesawat TMC.

Bupati OI H M Ilyas Panji Alam siap mengatasi dan penanggulangan Karhuta sesuai dengan arahan Gubernur Sumsel,  apalagi Gubernur  telah membantu menganggarkan Karhuta diwilayah OI sebesar Rp 7 Miliar . Sebab diketahui di OI sangat rentan terjadi karhutla bahkan luasan kebakaran cukup besar. “Kami mendapat bantuan senilai Rp 7 miliar. Ini sangat efektif untuk kita, dan akan kami manfaatkan semaksimal mungin untuk membeli peralatannya,”kata  H M Ilyas.

Untuk petugas pemadaman lahan di desa, sudah dibentuk tahun lalu. Ada satgas peduli api, desa peduli api dan masyarakat peduli api .

Sementara acara dihadiri Pangdam II SWJ, Kapolda Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, Kajati,  Danrem,  Para Bupati, Para Kapolres, Kejari OI,  Ketua BPBD, Satgas manggala Agni dan unsur lainnya. (Sid)

Komentar

Berita Lainnya