oleh

HD Dukung Taman Mangrove Sungsang Jadi Destinasi Wisata Ramah Lingkungan

SUMEKS.CO – Gubernur Sumsel, Herman Deru, mendukung taman mangrove yang berada di kawasan Sungsang menjadi destinasi wisata ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan dan melakukan penanaman mangrove dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 75 dan peringatan Hari Mengrove Sedunia yang bertema “Jaga Mangrove untuk Bumi Kita” di Terminal Barang, Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api Api Kabupaten Banyuasin, Senin (3/8).

Kegiatan ini dilaksanakan pada 3-4 Agustus 2020 serentak di sembilan provinsi di Pulau Sumatra, yaitu Sumsel, Lampung, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumbar, Sumut, dan Aceh. Dimana kegiatan ini dipusatkan di Bangka Belitung dan akan dicanangkan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 Agustus mendatang.

“Hari ini kita menunjukan betapa pentingnya mangrove ini. Bahwa kegiatan ini dilakukan bukan hanya simbolik, tapi setelah penanaman dibuat masif baru dilakukan penanaman secara simbolik. Hari ini kita menunjukan kepada masyarakat, betapa pentingnya mangrove, begitu banyak biota yang sangat tergantung dengan akar mangrove,” katanya.

HD mengatakan bahwa mangrove juga dapat berfungsi menahan abrasi, karena di daerah sini juga sedimentasi terjadi begitu cepat, karena mangrove begitu banyak digunakan untuk berbagai kepentingan lainnya, salah satunya dalam pembuatan arang.

Oleh sebab itu, HD meminta Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, membuat suatu pelatihan untuk mengedukasi masyarakat terutama dalam hal manfaat mangrove untuk lingkungan dan juga alternatif-alternatif lain dalam pembuatan arang yang dijadikan mata pencaharian masyarakat, selain mangrove.

Selain itu, HD juga mengatakan bahwa Pemprov Sumsel juga siap mendukung pengembangan taman mangrove ini menjadi berkembang sekaligus sebagai objek wisata dengan bekerjasama bersama Pemkab dan juga Kementerian.

Menteri LHK diwakili Staf Khusus Menteri LHK, Irjen Pol Drs Jhonny Siahaan mengatakan, berdasarkan Peta Mengrove Nasional, 2019 luas mangrove Indonesia kurang lebih 3,31 juta hektar, seluas kurang lebih 2,67 hektar atau 81 persen ekosistem mangrove dalam kondisi baik dan seluas 0,67 hektar atau 19 persen dalam kondisi kritis. Untuk Provinsi Sumsel, luas mangrove kurang lebih 158,734 hektar yang tersebar di Banyuasin, Musi Banyuasin, dan OKI.

Penanaman 2020 batang mangrove di setiap provinsi secara bersama-sama dilakukan dalam upaya membangun sinergi dan sinkronisasilintas sektor dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang keberadaanya dampak lingkungan yang sangat baik.

“Melalui kegiatan ini maka diharapkan akan terpeliharanya fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan antara lain sebagai pelindung dari abrasi air laut, penyangga dan dan pencegah instrusi air laut, penyimpanan karbon, dan fungsi ekowisata dan mitigasi bencana,” katanya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya