oleh

HD Optimis Kebakaran Lahan di Bayung Lencir Teratasi dalam Tiga Hari

PALEMBANG – Pemprov Sumsel terus berupaya menekan terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengingat dari tujuh provinsi yang berpotensi Karhutla di Indonesia, Sumsel merupakan daerah yang kasus Karhutlanya paling rendah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel, Herman Deru, didampingi  Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Jumat (16/8), usai melakukan penerbangan guna pemantauan dari udara sejumlah titik api di Desa Muara Medak Kecamatan Banyung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin.

Pemantauan Karhutla dari udara yang dilakukan Gubernur dan Forkopimda kali ini menggunakan helikopter. Setelah meninjau lokasi kebakaran hampir tiga jam mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Gubernur pun langsung menggelar jumpa pers.

Menurut Herman Deru, setelah dicek ke lokasi Karhutla berada di kampung 5 Desa Muara Medak Kecamatan Banyung Lencir Kabupaten Muba. Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong yang berbatasan langsung dengan HTI. Pihak HTI Sinarmas telah melakukan upaya pemadaman dengan cara membuat sekat kanal.

“Ada sembilan eksavator bekerja untuk membuat jarak sekat kanal menghalau api,” papar Herman Deru tanpa merinci seberapa luas lahan yang terbakar.

Dari informasi yang didapatnya dari pihak Polres setempat, menurut HD, setidaknya sudah sembilan orang yang diamankan yang diduga pelaku pembakaran. Mereka ada dari pihak perusahaan dan ada juga dari masyarakat.

“Tapi yang jelas ini hutan kawasan yang dikelola oleh PT HBL namanya,” papar Herman Deru.

Ketika disinggung terkait dengan kondisi api, Herman Deru menegaskan, api sudah bisa dikendalikan dengan waterbombing.  Dengan harapan tiga hari kedepan kawasan tersebut sudah bisa terbebas dari bencana Karhutla.(ety)

Komentar

Berita Lainnya