oleh

HD Pastikan Sumsel Siap Terapkan Perda RTRW dan RDTR Online Single Submission

SUMEKS.CO – Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyadari arti penting percepatan penetapan peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Online Single Submission (OSS) bagi kemajuan pembangunan daerah guna menarik investor berinventasi ke daerah.

“Percepatan penetapan Perda RTRW dan RDTR OSS itu sangat penting dan fundamental. Ini ibaratnya tapak pembangunan bagi daerah, mau dibawa ke mana dan seperti apa pengembangan daerah bergantung pada bagaimana rencana tata ruang wilayahnya. Saya mendorong percepatan Perda tersebut,” kata Herman Deru saat menghadiri Rakor Percepatan Penetapan Perda RTRW dan RDTR OSS di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (12/2).

Herman Deru mengungkapkan, Sumsel bahkan telah memenuhi target Perda RTRW di seluruh kabupaten/kota, sehingga tidak ada lagi persoalan dan melaksanakannya dengan baik.

“Dari paparan tadi masih ada 18 kabupaten/kota di Indonesia yang belum memiliki Perda RTRW, nah Alhamdulillah kita Sumsel sudah semua,” ujar HD.

Dengan demikian target yang ditentukan pemerintah pusat kepada seluruh Gubernur di Indonesia agar per Mei 2020 Perda RTRW ditetapkan dan diundangkan telah terpenuhi.

“Tidak perlu menunggu hingga Mei, saat ini pun kita sudah siap. Kota Palembang juga, hanya saja memang untuk Kota Palembang setiap lima tahun sekali harus diperbaiki, mengingat wilayahnya yang luas,” pungkasnya.

Rakor percepatan penetapan Perda RTRW dan RDTR OSS dibuka langsung Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo mewakili Mendagri Tito Karnavian. Dalam kata sambutannya yang dibacakan Sekjen Hadi Prabowo ada tiga langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah daerah berdasarkan arahan pemerintah pusat.

“Pertama, Pemda segera mengagendakan propemda rancangan Perda RDTR, kedua Bupati/Walikota bersama Ketua DPRD agar memproses hasil bantuan teknis sebagai landasan dalam penetapan Perda RDTR OSS, dan ketiga kepada para Gubernur diharapkan dapat melakukan fungsi pembinaan dan pengawasan,” paparnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya