oleh

Hebat! Warga Muratara Tak Alami Lagi Byar Pret Listrik

MURATARA – Gebrakan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muratara, mulai dirasakan masyarakat. Jika sebelumnya Muratara alami krisis sumber aliran listrik, namun saat ini aliran listrik ke permukiman warga sudah mulai terpenuhi.

Bupati Muratara H Syarif Hidayat, dalam beragam sambutanya menuturkan jika saat ini banyak perubahan yang sudah terjadi di wilayah Muratara. Seperti peningkatan infrastruktur dasar, jalan, jembatan, pusat kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“Sekarang sudah 100 persen listrik masuk desa. Jalan-jalan sudah kita bangun dan tinggal sedikit lagi selesai, jembatan semuanya permanen dan tidak ada lagi jembatan kayu,” katanya, Jumat (18/9).

Dia menuturkan, diawal kepemimpinannya di Muratara, banyak ragam permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Mulai dari listrik, jembatan, jalan, sinyal, pusat kesehatan  penerangan jalan umum dan lainnya.

“Sekarang hampir merata semua kendala itu kita atasi. Kami sengaja memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, dan tidak mendahulukan kepentingan lainnya, biarlah kantor-kantor ngontrak dulu, dana pembangunan kami alihkan untuk masyarakat,” timpalnya.

Dia berharap, hasil pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah. Bisa memberikan manfaat seluas luasnya bagi masyarakat. “Saya minta yang sudah dibangun agar bisa dijaga, dan silakan manfaatkan seluas luasnya bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Taufik Warga Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir mengatakan, jika sebelumnya di wilayah mereka alami krisis aliran listrik, dan mengalami byar pret ketika malam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aliran listrik sudah mulai normal. “Sekarang sudah bisa menyalakan TV, listrik sudah normal,” katanya.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas PU Cipta Karya, Amrulah mengungkapkan, suplai aliran listrik di wilayah Muratara saat ini sudah dialiri dari dua sumber. Seperti jalur Suralangun-Nibung, dan Linggau-Nibung.

“Tegangan listrik kita sudah cukup baik, dan sampai ke permukiman sekitar 180-220 Volt. Namun kondisi itu juga ada dampak negatifnya, kabel jaringan kita mudah terbakar jika terkena tanam tumbuh dan mengakibatkan gangguan pemadaman,” ujarnya.

‎jika sebelumnya gangguan listrik, pernah terjadi di beberapa wilayah Muratara, seperti Desa Belani, Batu Kucing, Air Bening, Sungai Kunyit, dan Sungai Lanang. “Namun kondisi itu bisa atasi dengan dua jalur aliran listrik,” timpalnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya