oleh

Heboh, Puluhan TKA Masuk Tengah Malam

Sempat Dihadang Warga, Klaim Dokumen Lengkap

RAMBANG NIRU – Warga yang tinggal di sekitar Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT SGLPI di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim dihebohkan dengan kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, Minggu (27/9) sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

Sedikitnya 38 pekerja asal Negeri Tirai Bambu itu masuk diduga untuk dipekerjakan di PLTU PT SGLPI. Bahkan ada yang memvideokan dan mengambil foto saat puluhan TKA itu datang.

Tak ayal, kedatangan puluhan TKA itu juga sempat memicu kemarahan warga setempat dengan melakukan penghadangan dua bus pengangkut 38 orang pekerja. Nurul, tokoh masyarakat Tanjung Menang dikonfirmasi melalui sambungan telfon membenarkan kedatangan puluhan TKA. “Semalam itu warga Desa Belimbing Jaya yang melakukan penyetopan (diberhentikan, red) bus pengangkut pekerja china, kemudian kami dapat kabar dari mereka hingga kami bergerak memantau ke lokasi” sebutnya.

Kedatangan pekerja asal Tiongkok itu, kata dia. Sempat direkam warga menggunakan ponsel hingga viral di beberapa media sosial yang menunjukan kedatangan TKA itu.

Usai kejadian, unsur tripika dan Kecamatan Rambang Niru, Fredy Febriansyah pun langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi di PLTU dengan meminta beberapa dokumen TKA seperti Paspor, Visa hingga hasil Swab tes dari negara asal pekerja. “Ya kami menerima laporan ada mobilisasi TKA asal China sekitar pukul satu malam sebanyak 38 orang,” sebutnya.

Pihaknya pun mengaku sengaja melakukan sidak untuk meminta dan konsultasi dengan pihak perusahaan apa tujuan kedatangan mereka dan memeriksa kelengkapan dokumen. “Dari hasil sidak 38 orang TKA china diklaim merupakan tenaga kerja ahli mulai dari Enginering, Petugas Laboratorium dan kedatangannya juga untuk mendidik tenaga kerja lokal yang nantinya akan dipekerjakan di PLTU Sumsel,” terangnya.

Terpisah, Joel selaku penerjemah Mandarin sekaligus Humas PT SGLPI PLTU Sumsel #1 mengaku telah melakukan rapat bersama dengan unsur tripika kecamatan Rambang Niru dan Kecamatan Belimbing, pihaknya juga mengklaim jika dokumen para pekerja asal China sudah lengkap

“Berdasarkan ini kan Surat-surat kita lengkap dan itu kita kedepannya akan ajukan juga ke departemen masing-masing terkait dengan masuknya tenaga kerja asing,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut salah satunya pihak perusahaan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Disnaker, Pihak Kepolisian, Kepala Desa setempat serta Bupati. Hingga saat ini TKA asal China itu masih menjalani Isolasi mandiri di dalam lingkungan perusahaan selama dua pekan

“Standar Protokol Kesehatan Perusahaan mewajibkan para pekerja untuk isolasi dan kembali melakukan Swab tes walau sebelumnya sudah dilakukan di negara mereka, itu semua tenaga ahli ya,” tukasnya. (chy/way)

Komentar

Berita Lainnya