oleh

Hendak Pulang ke Rumah, Nurseha Disambar Petir di Area Persawahan

EMPAT LAWANG – Nasib malang dialami Nurseha, perempuan lanjut usia (lansia) yang sudah berusia 60 tahun ini tewas tersambar petir. Kejadiannya di areal persawahan Desa Terusan Baru, Dusun V, Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (23/3), sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari anak korban, Irsan (35) mengatakan, sekitar pukul 16.30 WIB ibunya dari kebun kopi di Muara Sekuring hendak pulang ke rumah dengan berjalan kaki sampai di area persawahan tiba-tiba tersambar petir.
“Cuaca memang sedang hujan, tiba-tiba ada petir yang menyambarnya sehingga membuat ibu saya langsung ambruk di lokasi,” kata Irsan.
Warga yang melihatnya, langsung membawa Nurseha ke pemukiman dan sempat diangkut mobil Ambulance untuk dibawa ke Puskesmas Tebing Tinggi. Namun nyawanya tak bisa diselamatkan.
Dari informasi yang dihimpun, korban tewas dengan kondisi bagian dada luka bakar dan kepala korban mengalami pendarahan yang keluar dari telinga.
Sementara itu, Kades Terusan Baru, Alex Deka Saputra membenarkan kejadian tersebut dan korban adalah warganya.
Diceritakannya, korban Nurseha hendak pulang dari kebun miliknya, tiba di persawahan turun hujan disertai petir yang besar.
“Saat korban hendak pulang ke rumah, sempat ketemu Ekot warga lainnya, di pondok, dekat jalan pematang sawah menyuruh untuk berteduh terlebih dahulu. Namun diduga takut kemalaman di sawah sehingga ia memilih tetap bejalan pulang ke rumah,” jelasnya.
Ketika sedang berjalan di pematang sawah tiba-tiba ada petir yang langsung menyambar ke tubuh korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia belum terlalu jauh dari pondok tadi.
Kemudian masyarakat membawa korban pulang ke rumah dan untuk memastikan apakah korban sudah meninggal dunia, keluarga korban membawa korban ke Puskesmas Tebing Tinggi.
“Korban sudah dimakamkan Selasa kemarin di Desa Terusan Baru,” tukasnya.
Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Kuswinarto menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dengan cuaca ekstrim, seperti hujan yang disertai kilat.
“Jangan berada di tengah lapangan saat hujan petir. Lebih baik berteduh sampai hujan reda dan tidak ada petir lagi,” himbaunya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya