oleh

Herry IP Akui Performa Ganda Putra Menurun

SUMEKS.CO, BANGKOK – Indonesia menjadi penonton pada final Toyota Thailand Open Super 1000 yang digelar di Impact Arena, Bangkok hari ini (24/1).

Tak satu pun duta Indonesia lolos ke final turnamen Super 1000 tersebut.

Dua wakil terakhir, ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan alias Daddies kalah rubber game dari pasangan muda unggulan enam asal Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi Lin, 21-14, 20-22, 12-21. Satu lagi, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan wakil Korea Lee So He/Shin Seung Chan, 16-21, 18-21.

Khusus di ganda putra, pelatih Herry Iman Pierngadi menyebutkan bahwa pada dua leg Asia (sebelumnya Yonex Thailand Open Super 1000) kali ini, belum mencapai target.

Anak-anak asuhannya yang diharapkan bersinar, terutama Ahsan/Hendra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal mencapai target.

“Ya memang ganda putra tidak mencapai target. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian memang yang kami harapkan, tetapi ternyata tidak berhasil. Mereka gagal. Nanti latihannya akan dievaluasi lagi. Memang banyak penurunan,” kata Herry seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

Menurut Herry, cedera betis kiri yang dialami Ahsan pada babak pertama, Rabu (20/1) lalu, memang mempengaruhi penampilannya. Namun, dia juga menyebut bahwa hal itu bukanlah alasan utama, melainkan pada faktor stamina dan usia.

“Cederanya Ahsan ada pengaruhnya, tetapi lebih besar pengaruh karena stamina, karena usia tidak bisa dibohongi,” ujar Herry.

“Saya berharap, nanti di World Tour Final (pekan depan) penampilannya bisa lebih baik lagi,” tuturnya. Sementara untuk Fajar/Rian, Herry pun mengakui adanya penurunan kualitas pada keduanya. Lama tidak bertanding, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hilangnya ritme permainan.

“Fajar/Rian banyak orang bilang menurun, memang betul mereka menurun. Kemarin juga sudah ngobrol. Memang lama tidak ada pertandingan, sepuluh bulan vakum, jadi sedikit kagok buat mereka,” kata Herry. “Ritme, irama, dan suasananya hilang. Sudah lama tidak bertanding, jadi harus beradaptasi lagi. Walaupun memang mereka termasuk pemain yang sudah top 10. Kita memang harus bisa mengatasinya,” imbuh pelatih yang memiliki julukan pelatih Naga Api itu.

Herry juga mengungkap tangan Fajar yang bermasalah ikut menjadi kendala. Untuk selanjutnya, menjadi pekerjaan rumah cukup besar untuk mempersiapkan mereka kembali tampil optimal pada turnamen internasional yang akan digelar pada Maret mendatang.

“Dari semuanya, kendala itu nomor satunya memang Fajar tangannya ada masalah, jadi tidak bisa maksimal sekali. Hanya mengandalkan Rian saja. Memang bukan alasan, itu kenyataan. Di samping itu memang penampilannya menurun, harus diakui,” kata Herry. Untuk Toyota Thailand Open Super 1000 hari ini, Korea mendominasi dengan tiga wakilnya di final. Dua di antaranya harus saling berhadapan.

Lima laga puncak hari ini diprediksi bakal sangat ketat, salah satunya melibatkan dua perempuan yang sedang hot, Tai Tzu Ying versus Carolina Marin. (*/bi/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya