oleh

Himbau Beli LPG Subsidi di Pangkalan, Ada Kecurangan “Surat Cinta” Menanti

LAHAT –  Pertamina secara intensif  melakukan pengecekan ketersediaan stok LPG Subsidi 3 Kg di beberapa pangkalan di Kabupaten Lahat. Guna menjagad kebutuhan da ketersedian elpiji di masyarakat. 

“Sebagai jalur distribusi resmi Pertamina, pangkalan selalu kita monitor stok serta penjualannya,” ujar Region Manager Comrel & CSR Sumbagsel Dewi Sri Utami, Sabtu (17/10).

Lanjutnya, untuk Kabupaten Lahat terdapat 318 pangkalan yang siap melayani kebutuhan LPG subsidi sesuai HET sebesar Rp15.650. Bila stok pangakalan kosong dan patut dicurigai maka pihaknya tidak segan- segan memberikan sanksi. Surat cinta menanti berupa PHU (Pemutusan hubungan Usaha).

Ditambahkannya bahwa Pertamina juga menggandeng pemerintah setempat dalam hal ini bagian perekonomian dan SDA. Lantaran  sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Pasal 33 disebutkan, pada pelaksanaan pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG oleh Direktur Jenderal, dimana dapat membentuk tim pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG. Adapun tim pengawasan tersebut melibatkan semua pihak dari pemerintah tingkat Propinsi hingga Kelurahan.

Dewi menjelaskan dengan mengarahkan penjualan LPG ke pangkalan, memang pada awalnya akan tampak antrian, karena pangkalan tidak diperbolehkan menjual LPG ke pengecer.

“Penyesuaian ini tentunya akan menjaga agar pasokan LPG subsidi benar-benar dikonsumsi oleh masyarakat yang berhak, yakni masyarakat pra sejatera dan usaha mikro. Adapun mekanisme.pembelian harus menbawa Kartu Tanda Penduduk, dimana satu KTP hanya bisa membeli satu tabung,” tambah Dewi.

Ciri-ciri pangkalan LPG resmi Pertamina adalah adanya plang yang mencantumkan nama pangkalan, nomor registrasi pangkalan, menyebutkan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta menyebutkan kontak pangkalan serta Call Center 135 Pertamina. 

Pihaknya juga terus mendukung inisiasi positif pemerintah Kabupaten Lahat yang saat ini tengah melakukan pilot project penggunaan kartu pelanggan di Kecamatan Sukamerindu, yang saat ini sedang dalam proses verifikasi pendataan.

“Nantinya kami terus mendukunh langkah tersebut, dan selanjutnya akan kami mapping kebutuhan pangkalan di titik tersebut agar masyarakat tidak terlalu jauh melakukan pembelian LPG subsidi,”tambah Dewi.

Pertamina juga menghimbau kepada masyarakat mampu, ASN, TNI, Polri dan pengusaha Hotel, Kafe dan Restoran untuk menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5.5 Kg dan 12 Kg.(gti)

Komentar

Berita Lainnya