oleh

Himpitan Ekonomi, Wahyudi Nekad Gantung Diri

MUARA ENIM – Warga Simpang 4 Parigi No 28 Talang Jawa Rt 03 Rw 04 Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (07/05/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, medadak heboh. Soalnya, salah satu warga bernama Wahyudi (30) ditemukan tewas gantung diri diruang makan rumahnya.

Kejadian itu diketahui pertama kali oleh istri korban Meigi Yanti hendak menuju ke ruang makan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali tambang warna orange yang terkait di leher korban sudah dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Melihat kondisi korban terbujur kaku dengan kondisi tergantung, sontak sang istri menjerit melinta tolong kepada warga. Selain itu, informasi yang beredar korban nekad gantung diri lantaran dipresi akibat faktor ekonomi.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim SH MM saat dikonfirmasi menjelaskan peristiwa orang gantung diri ini diketahui bermula ketika istri korban.

“Istri korban langsung menjerit minta tolong, hingga tetangga dekat rumah korban langsung menuju ke rumah korban bersama warga sekitar untuk melakukan pertolongan terhadap korban yang sudah gantung diri dan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang warna orange dengan panjang 3 meter, 1 buah pisau carter warna orange, 1 setel baju korban pada saat melakukan gantung diri.

“Ketika kita mendatangi TKP yang merupakan rumah orang tua korban dan pada saat itu korban hanya menggunakan celana pendek warna hijau bermotif abu-abu dan menggunakan baju kaos oblong bermotif loreng dalam dalam posisi tergantung terikat tali tambang warna orange di atap kayu diruang makan,” ujarnya.

Lanjutnya, saat korban diturunkan aggotanya dibantu oleh pihak Puskemas Lawang Kidul melakukan pemeriksaan fisik. “Setelah kita turunkan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan terdapat luka leher akibat jeratan tali, dikemaluan korban mengeluarkan cairan sperma dan mengeluarkan kotoran. Dan dari hasil pemeriksaan awal tidak di temukan adanya tanda tanda akibat kekerasan di sekujur tubuh korban,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari istri korban Meigi Yanti, kata Azizir, bahwa selama ini korban sering melamun diduga korban mengalami depresi akibat korban sudah tidak bekerja lagi. “Korban ini sering melamun pasca tidak bekerja lagi dari keterangan istrinya dan dugaan korban nekat gantung diri ini masalah ekonomi. Maka dari itu juga pihak keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi,” terangnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya