oleh

Hindari Kerumunan, Batasi Peserta Binwin

PAGARALAM – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pagaralam melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, kembali mengadakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) pra nikah, kepada para calon pengantin yang akan membangun rumah tangga, bertempat di Masjid Al-Djazilah Kota Pagaralam, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan.

“Pada Binwin yang kita adakan ini, diikuti sebanyak 20 pasang Calon Pengantin (Catin), akan tetapi dari jumlah ini dibagi menjadi dua gelombang. Jadi ada 10 pasang Catin di tiap sesi Binwin, dengan pertimbangan meniadakan kerumunan dan bentuk pencegahan Covid-19,” ujar Kepala Kankemenag Kota Pagaralam H Win Hartan SAg MPdI melalui Kasi Bimas Islam Sumaji SAg, kemarin.

Dikatakan Sumaji, bimbingan perkawinan pra nikah, bagi Catin atau sering juga disebut dengan Kursus Calon Pengantin (Suscatin) ini, merupakan salahsatu program yang digiatkan di jajaran Kankemenag Kota Pagaralam.

“Sebenarnya, untuk jumlah peserta yang mengikuti Binwin ini, cukup bervariatif yang merupakan perwakilan dari setiap Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap Kecamatan se-Kota Pagaralam, dengan dibatasi hanya 20 pasang Catin, khusus di Binwin kali ini, kita tekankan kepada para peserta itu, lebih kepada penerapan Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19 dan juga penataan ruang akad nikah,” ungkapnya.

Menurut Sumaji, pelaksanaan Binwin dimaksudkan agar Catin, dapat membangun keluarga yang kokoh, memberikan kesiapan secara mental, dalam membangun biduk rumah tangga, serta memberikan juga pemahaman agama. Dalam pelaksanaan Binwin sendiri, pihak panitia tetap mengacu dan menerapkan Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19. Pasangan Catin yang baru akan menikah ini, akan mendapatkan pula kartu nikah, selain buku nikah yang didapatkan.

Perbandingan Binwin tahun ini dan tahun lalu, diakui Sumaji, bila di tahun ini untuk proses pembinaan jumlah pesertanya dibatasi, tidak ramai seperti biasanya. “Tahun lalu, untuk 20 pasang Catin yang mengikuti Binwin itu, serentak diberikan pembinaan secara langsung, tapi sekarang kan dibatasi hanya 10 pasang saja, bisa dibilang lebih sepi dari biasanya,” ucapnya.

Sumaji juga berharap, dengan pelaksanaan Binwin yang diberikan kepada pasangan Catin, mereka lebih siap di dalam memulai membina rumah tangga. “Bila ada tantangan dalam berumah tangga, itu merupakan bagian dari berumah tangga, jadi dengan Binwin ini mereka tidak kaget lagi, setelah diberitahukan melalui Binwin ini,” harapnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya