oleh

Hindari Penyebaran Corona, Bagi-Bagi Perangkat TraceTogether

SUMEKS.CO- Mempercepat pencegahan penyebaran corona, otoritas Singapura membagikan perangkat pelacak kontak atau contact tracing berkemampuan bluetooth kepada warganya secara gratis. Perangkat yang disebut TraceTogether itu merupakan alternatif dari aplikasi pelacak kontak yang disediakan pemerintah.

Dikutp dari laman BBC, Rabu (1/7), alat tersebut ditujukan bagi warga Singapura yang tidak memiliki atau memilih tidak menggunakan smartphone.

Pada gelombang pertama, perangkat pelacak covid-19 didistribusikan kepada orang lanjut usia yang rentan, dan tidak memiliki dukungan keluarga atau memiliki masalah mobilitas. Perangkat dengan sistem token yang memiliki kode QR dan tidak perlu diisi. Daya tahan baterai hingga sembilan bulan.

Alat TraceTogether menggunakan sinyal Bluetooth yang terintegrasi dengan yang lain atau dengan smartphone yang sudah mengunduh aplikasi pelacak.

Pengguna akan diberi tahu oleh petugas pelacakan kontak, jika mereka berada di dekat seseorang yang terinfeksi virus corona. Jika mereka kemudian terinfeksi virus Covid-19, data yang bersangkutan akan diunduh dari perangkat miliknya.
Otoritas Singapura menepis kekhawatiran yang timbul karena privasi pengguna alat itu. Mereka beralasan alat itu tidak dirancang untuk menandai pergerakan masyarakat.

Menurutnya, data yang dikumpulkan oleh perangkat akan dienkripsi dan disimpan dalam token selama maksimal 25 hari. Pihak berwenang nagara tersebut juga mengatakan, data tidak dapat diakses dari jarak jauh, karena token itu tidak memiliki kemampuan internet atau seluler.

Fitur lain yang disoroti oleh pemerintah adalah bahwa token tidak memiliki konektivitas Global Positioning System (GPS), sehingga perangkat ini tidak menyimpan data lokasi pengguna. Pemerintah Singapura menerangkan, sejak TraceTogether diluncurkan pada Maret lalu, aplikasi itu telah diunduh sekitar 2,1 juta orang.

Otoritas mengatakan mereka perlu meningkatkan partisipasi dalam program TraceTogether secara signifikan, lantaran Singapura telah mulai membuka kembali ekonominya. Awal bulan ini pemerintah Singapura mulai melonggarkan pembatasan sosial yang disebut Circuit Breaker, termasuk membuka kembali toko-toko ritel dan makan yang diizinkan di gerai makanan dan minuman. (mg9/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya