oleh

Hitung 40.000 Burung Tiba di Pantai Sembilang

Banyuasin – Puluhan ribu burung migran asal siberia berdatangan ke taman nasional berbak-sembilang. Kedatangannya untuk mencari makan di sepanjang pantai berlumpur itu.

Berbagai jenis burung pantai yang datang. Setiap tahunnya singgah memadati pantai di kawasan taman nasional yang masuk wilayah Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin.

Saat ini, dari pemantauan yang dilakukan pihak SPTN II Palembang, Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Total burung yang telah datang dari daerah asalnya siberia. Berjumlah lebih kurang 40.000 burung.

Mereka tiba sejak bulan Oktober 2020 lalu. Dan akan terus bertambah hingga bulan Februari 2021 nanti.

” Bulan nopember, desember ini puncaknya mereka datang,” Kata Afan Absori, ST,  di kantor SPTN II Palembang TN berbak dan sembilang, saat dibincangi, kamis (19/11).

Afan menjelaskan, burung-burung itu di daerah asalnya sedang musim dingin. Lalu mereka terbang ke berbagai negara untuk mencari makan.

Salah satunya ke negara Indonesia yaitu ke kawasan pantai Taman Nasional Berbak-Sembilang dan Taman Nasional yang ada di papua.

Namun, ada juga yang ke kawasaan daerah ekosistem esensial yang tidak masuk pada kawasan taman Nasional.

Kenapa mereka selalu datang ke taman nasional sembilang?

Karna lumpur yang ada disepanjang pantai sembilang, banyak makanan untuk burung-burung itu.

“Cacing dan ikan-ikan kecil makanannya di lumpur pantai itu,” jelas Afan

Selain itu, kondisi alam yang ada disepanjang pantai masih alami dan terjaga.

Tetapi, tahun 2019 lalu, kedatangan burung migran tersebut menurun. Karna ada faktor alam yang membuat mereka tidak ramai datang ke sembilang.

“Tahun ini meningkat drastis, mereka sudah puluhan ribu datang,”

Walau kondisi saat ini masih,  pandemi covid 19. Burung tersebut tetap hadir dialam indah Indonesia.

Deni salah satu polisi hutan yang bertugas di SPTN II Palembang, Taman Nasional Berbak-Sembilang. Dan sudah menjaga Taman Nasional selama belasan tahun mengatakan. Bahwa ada beberapa cara metode untuk menghitung ribuan burung itu.

“Kita mengamatinya lumayan dekat dan harus turun kedarat. Bahkan badan harus terendam lumpur pantai,” ucap Deni.

Dirinya bersama petugas lainnya, saat ini masih terus memantau burung tersebut dilokasi pantai sembilang. (bun)

Komentar

Berita Lainnya