oleh

Hr dan Tm Tersangka Korupsi di Gelandang Kejari Banyuasin Kelapas Pakjo

Ruli : Kami Keberatan Klien Kami ditetapkan Tersangka 

SUMEKS.CO – Pihak kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuasin, memeriksa dua tersangka Hr, dan TS, Kamis (25/2). Terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan tera / tera ulang terhadap UTTP oleh Dinas Perdagangan Kota Palembang di wilayah Kabupaten Banyuasin Tahun 2017- 2019.

Setelah melakukan pemeriksaan diruangan khusus Kantor itu, keduanya langsung di bawa ke Lembaga Pemasyarakatan Pakjo, Kota Palembang, dengan menggunakan tiga mobil minibus dua mobil berwarna hitam dan satu kuning silver, terlihat juga pemindahan kedua tersangka dikawal beberapa anggota pihak Kepolisian Polres Banyuasin.

Pada pemeriksaan itu juga kuasa hukum dua  tersangka hadir untuk mendampingi. 

” Tersangka kita bawa di rutan kelas 1 pakjo,” Kata Kasi pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuasin M.Lukberliantama SH MH.

Ruli Ariansyah, Kuasa Hukum dari tersangka Hr, yang diketahui PNS yang berdinas di Disperindag Kabupaten Banyuasin hadir di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuasin saat pemindahan tersangka. Mengatakan dirinya datang bersama tim kuasanya untuk mendampingi kliennya yang diperiksa pihak Kejari Banyuasin dan pihaknya keberatan atas penetapan status tersangka bagi Klienya Hr.

“Kami merasa keberatan, bukan tidak mungkin kedepannya kami akan melakukan pemohonan ke ke kejaksaan agung dan perkara ini untuk digelar di kejaksaan Agung,” katanya.

Selain itu, Ruli juga mengatakan untuk pembela terhadap tersangka Hr dapat dilihat di persidangan dan kami punya bukti-bukti yang kuat. 

“Sidangnya belum berlanjut, karna ada satu terdakwa yang sakit. Kita tunggu saja,”ungkapnya.

Sementara itu, Hj Nurmala Dewi SH MH Kuasa Hukum tersangka Tm, mengatakan bahwa pihaknya mempertanyakan tentang kasus yang menjerat kliennya. 

“Kalau dikatakan korupsi, uangnya swasta bukan uang negara. Dan peneraan dilakukan adanya perjanjian, adnya kesepakatan pembiayaan transportasi dan lainnya dan disepakati oleh pihak ketiga. Kalau pungli itu tidak ada kesepakatan, Ini dari kacamata saya sebagai kuasa hukum,”tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Dikabarkan sejumlah petugas penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin lakukan penggeledahan serta mengamankan sejumlah dokumen terkait dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan tera / tera ulang terhadap UTTP oleh Dinas Perdagangan Kota Palembang di wilayah Kabupaten Banyuasin Tahun 2017- 2019.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, Rabu (24/2) sore membenarkan adanya penggeledahan tersebut sebagaimana Surat Perintah Penggeledahan Nomor :PRINT-548/N.6.19.6/Fd.1/02/2021 tertanggal 15 Februari 2021, penggeledahan tersebut dilakukan selama tiga jam dari pukul 09.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib.

“Serta berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor : 1/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Plg tanggal 18 Februari 2021,” ungkapnya dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Khaidirman juga mengungkapkan terkait dugaan kasus tersebut Pidsus Kejari Banyuasin sebagaimana laporan didapatkan telah menetapkan empat orang tersangka yang diduga terlibat yang kesemuanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Keempatnya merupakan ASN berinisial EH, TA, EF dan HI, tiga diantaranya merupakan ASN Dinas Perdagangan Kota Palembang” bebernya.

Namun Khaidirman belum bisa diminta kejelasan lebih terperinci detil perkara dugaan korupsi uji tera di Banyuasin dikarenakan masih menunggu laporan lanjutan dari tim penyidik Pidsus Kejari Banyuasin.

“Karena masih tahap penggeledahan dan yang melaksanan itu Kejari Banyuasin, jadi masih menunggu data selanjutnya dari pihak kejari Banyuasin terlebih dahulu ya, nanti kita informasikan kabar selanjutnya,” tanda Khaidirman.(bun)

Komentar

Berita Lainnya