oleh

Hujan Satu Malam, Dua Kampung Kebanjiran

MURATARA-Meningkatnya itensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Mengakibatkan sejumlah akses publik di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara terendam. Genangan air hujan itu tidak bisa mengalir. Akibat tidak adanya saluran drainase di sekitar permukiman dan air tertahan karena tidak bisa di salurkan ke sungai.

Adi, warga Desa Tanjung Beringin yang sempat dibincangi mengatakan. Genangan air hingga saat ini belum juga surut. Dan ada dua perkampungan di Desa Tanjung beringin yang terendam banjir. “Banjirnya di kampung empat dan kampung lima, yang banjir jalan sama permukiman. Itu di sana karena tidak ada drainase airnya buntu tidak bisa dibuang ke sungai,” katanya, hari ini (9/4).

Pihaknya mengatakan, kondisi banjir diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan dalam satu hari terakhir. “Hujan dari semalam pukul 23.00 WIB, sampai pagi baru berhenti. Karena tidak bisa di salurkan airnya tergenang. Anak-anak sekolah juga banyak yang tidak sekolah,” ujarnya.

Dia mengatakan, kondisi banjir dadakan ini baru kali ini terjadi di wilayah mereka. Pasalnya, saat banjir besar akibat luapan aliran sungai di daerah mereka tidak pernah kebanjiran. “Kalau banjir besak dari sungai biasonyo wilayah kami aman-aman bae. Ini karena hujan dari semalam idak mutus banjir,” timpalnya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjung Beringin Arias saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua perkampungan di wilayah mereka yang kebanjiran. Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan masyarakat sulit beraktivitas. Untuk ketinggian air cukup berfariasi dari setinggi mata kaki hingga sebatas lutut orang dewasa.

“Itu karena drainase tidak ada bukan banjir karena luapan sungai. Kalau air di alirkan ke sungai tentunya tidak terjadi banjir, ada dua kampung yang terendam,” ungkapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya