oleh

Hujan Tiga Jam Sungai di Muratara Meluap, Warga Diminta Waspada

SUMEKS.CO – Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai Rupit dan Rawas di Kabupaten Muratara diminta tetap waspada akan potensi terjadi bencana banjir.

Pasalnya, debit dua aliran sungai di wilayah tersebut mengalami peningkatan drastis. Hujan sejak hari Kamis malam hingga Jumat dini hari mengakibatkan dua aliran sungai di Muratara meluap.

Pantauan SUMEKS.CO, hari ini, Jumat (18/10) ‎sejak pukul 01.31 WIB debit air di dua aliran memang meningkat. Kayu dan sampah terlihat hanyut dibawa arus air bercampur lumpur.

Warga Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Endang mengakui bahwa hujan yang mengguyur wilayah Muratara, kali ini cukup deras. Bahkan sampai subuh dini hari. “Air sungai meluap, tapi belum sampai banjir. Padahal hujan cuma beberapa jam tadi malam,” jelasnya.

Air sungai sebagai sumber air bersih utama bahkan tidak bisa digunakan. Karena keruh bercampur lumpur.

“Banyak warga mau mandi tadi pagi, tapi idak jadi karena airnya keruh. Apalagi banyak sampah yang hanyut,” ungkapnya.

Yang dikhawatirkan masyarakat saat puncak penghujan akan berpotensi terjadi banjir bandang.
“Semoga tidak terjadi ya, hujan cuma tiga jam saja air sungai sudah meluap sampai begitu apalagi kalau 6 jam,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Muratara, Zulkifli membenarkan jika wilayah Muratara berpotensi mengalami bencana banjir bandang di peralihan musim di 2019.

Dia mengatakan, kondisi itu diakibatkan berkurangnya sumber resapan air tanah di wilayah ini, akibat maraknya illegal loging dan pembukaan perkebunan kelapa sawit di hulu sungai.

“Jadi waktu hujan meningkat, air tidak terhalang lagi oleh akar tanaman dan langsung turun ke sungai. Dengan begitu, kecepatan debit aliran sungai meningkat tajam dan bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor,” timpalnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, dan selalu melakukan penghijauan di sepanjang aliran sungai. “Perlu dilakukan penghijauan di sepanjang aliran sungai, supaya resapan air tanah semakin banyak,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya