oleh

Hunian Hotel di Muara Enim Turun 20 Persen

MUARA ENIM – Bisnis perhotelan di Bumi Serasan Sekundang ikut terkena dampak penyebaran virus corona, yang sudah masuk ke Indonesia. Okupansi (Hunian, red) sejumlah hotel di seluruh provinsi termasuk Kota Muara Enim pun mengalami penurunan cukup signifikan.

Manager Hotel Griya Sintesa Muara Enim Ibara Widharta, mengatakan sejak diumumkan kebijakan status waspada, okupansi hotel telah mengalami penurunan. “Sangat berpengaruh, minggu ke III bulan maret okupansi kami mengalami penurunan sampai 10 hingga 20 persen,” ujar Ibara, Jumat (27/3).

Dalam rangka pendukung program pemerintah pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 pihakanya telah melakukan penyemprotan disinfektan seluruh area hotel, tempat cuci tangan, box sterillisasi dan pemeriksaan suhu badan serta tempat diduduk tamu diberi jarak.

Lanjutnya, imbas virus corona tersebut mulai sangat terasa pada awal Maret. Bukan hanya hotel saja, kata dia, pariwisata dan restoran mengalami hal yang sama. Jika status waspada atau siaga diperpanjang tidak tutup kemungkinan tutup sementara, itu menjadi skenario terkahir seperti hotel-hotel di Jakarta.

“Jika itu terjadi, kita minta melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pusat relaksasi (Keringanan) pajak, listrik, air, telpon dan lain-lain yang harus dibayar. Namun saya optimis wabah virus corona cepat diatasi sehingga roda perekonomian kembali membaik,” harapnya.

Penurunan okupansi juga dialami Hotel Grand Zuri Muara Enim mengalami penurunan 10 hingga 20 persen dari jumlah 105 kamar. “Kita tunggu akhir bulan ini, jika diperpanjang pasti berpengaruh pada operasional dan langkah yang diambil efisiensi biaya operasional,” ujar Front Office Manager Grand Zuri Muara Enim Sofyan Hudaya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya