oleh

Ibu Guru SMPN 2 Lubuklinggau Dibegal atau Lakalantas? Pengendara Vixion Merah Diminta Cepat Klarifikasi!

-Hukum-70 views

SUMEKS.CO – Polres Lubuklinggau masih terus melakukan penyelidikan atas tewasnya Eli Heriana (51), guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kota Lubuklinggau.

Korban warga RT 05, Perumaha Lestari, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I itu diduga menjadi korban tabrak lari.

Kejadian yang dialami korban di Jl Lapter, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tepatnya di depan kantor eks BNN Kabupaten Mura, Kamis (3/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu korban melintas di lokasi mengendarai sepeda motor Honda Vario Techno warna merah dan diduga alami kecelakaan.

“Masih dalam penyelidikan,” kata kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan warga dan hasil penyelidikan korban diduga terjatuh dari sepeda motor. Hingga mengakibatkan luka dibagian kepala dan korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit (RS) Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

Para siswa terlihat sangat berduka saat menghadiri pemakaman gurunya. Foto-foto: Ansyori Malik/SUMEKS.CO

“Kemarin (Rabu), setelah kejadian saya langsung perintahkan Kasat Reskrim dan Kapolsek Lubuklinggau Timur dan Kanit Laka untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan dan dikuatkan hasil visum, korban meninggal dunia diduga akibat jatuh dari sepeda motor. Kemudian ada dugaan yang berkembang di sosial media (Sosmed), bahwa korban alami tindak curas (jambret) dan hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Belum ada saksi yang melihat langsung ada orang lain yang melakukan kekerasan secara langsung, point to point, atau dengan bahasa lain yakni menarik, memetik tas milik korban,” bebernya.

Kata Dwi, pengertian kecelakaan lalu lintas secara harfiah merupakan suatu peristiwa, karena lalainya setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Hingga menyebabkan timbulnya korban jiwa maupun kerugian materil.

“Sehingga fakta hukum sementara yang ditemukan, korban meninggal dunia di jalan raya, akibat jatuh dari sepeda motor, helm terlepas, luka pada bagian kepala,” ungkapnya.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Rivow didampingi Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Diaz dan Kanit Laka Ipda Jemmy menjelaskan saat ini tim Polres sudah mengantongi saksi kunci yang melihat langsung peristiwa tersebut.

“Pada saat saksi mendengar korban terjatuh, secara bersamaan saksi melihat dan mengetahui ada 2 orang yang mengendarai sepeda motor merk Yamaha Vixion warna merah seri terbaru melintasi korban,” timpalnya.

Kemudian beberapa saat setelah kejadian, pengendara sepeda motor itu tidak berhenti dan terus melajukan sepeda motornya ke arah bandara Silampari. Dan saksi memastikan tidak ada kendaraan lain yang melintasi jalan itu.

“Barulah dia melihat korban, banyak pengguna jalan lainnya berhenti dan menolong korban,” terangnya.

Adapun ciri-ciri pengendara dan nomor polisi/plat motor Yamaha Vixion merah tersebut belum dapat dijelaskan pihak Polres guna penyelidikan lanjutan.

Lebih lanjut, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono menambahkan ia mengingatkan kepada pengendara motor Yamaha vixion merah yang diduga berada di TKP meninggalnya korban untuk datang, klarifikasi ke Polres Lubuklinggau.

“Kalau memang tidak ada peristiwa curas (jambret) mari kita clearkan, beda cerita kalau tim kami yang menemukan keberadaan pengendara vixion merah itu,” tegasnya.

Dwi juga mengingatkan, kewajiban siapapun yang terlibat, mengetahui, tidak menghentikan, menolong korban kecelakaan lalu lintas, tidak melaporkan ke Polisi, ancamannya 3 tahun penjara. “Terlepas itu kelalaian dari pihak mana, sebagaimana pasal 312 UU 22/2009 tentang Lalu lintas angkutan jalan,” bebernya.

Ditempat terpisah, usai sholat Jumat jenazah almarhumah disholatkan di masjid dilingkungam komplek Perumahan Lestari, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dan dimakamkan sekitar pukul 13.30 WIB di tempat pemakaman umum (TPU) Lestari, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Almarhumah meninggalkan seorang suami, Ahmad Romzah Dan empat orang anak yakni Fariz, Firanita, Salsa dan Zaza. Isak tangis mengiringi prosesi pemakaman almarhumah. Tampak hadir dalam prosesi pemakaman sejumlah guru dan siswa/siswi SMPN 2 Kota Lubuklinggau tempat almarhumah bekerja. Yang mana almarhumah disekolah itu mengajar sudah 15 tahun sebagai guru bimbingan konseling (BK).

Sementara itu, Sayuti, keluarga dari almarhumah mengatakan yang ia tahu dari sosok almarhumah yakni kalau selesai mengajar langsung pulang kerumah. “Bibik ini kalau ngajar biasa pulang. Pulang itukan biasanya langsung kerumah,” timpalnya.

Lebih lanjut, pada Kamis sebelum kejadian, sepengetahuannya almarhumah dalam perjalanan dari menghadiri acara. “Nah waktu dalam perjalan didepan itu, itu ada motor dibelakangnya itu vixion, mau menarik tas yang diselempang, ditarik dari belakang,” jelasnya.

Dan saat itu, ditambahkannya, almarhumah tidak tahu. “Karena ditarik, ioakhirnya dia jatuh. Lantas kepala pecah bagian belakang, mulut kebawah, pecah habis, luka parah. Masyarakat setempat membawanya ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat dirumah sakit, korban masih bernafas. “Waktu itu nafas masih ada, sampai dirumah sakit, tidak berapa lama, menghebuskan nafas terakhir,” pungkasnya.(wek)

Komentar

Berita Lainnya