oleh

Ifan Resmi Melepas Nama Seventeen

NIAT Riefian Fajarsyah, vokalis Seventeen untuk tetap berkarya dengan memakai nama band yang membesarkan namanya, meski tanpa tiga anggota lainnya yang telah meninggal dunia akibat tsunami, tidak berbuah baik.

Riefian Fajarsyah akhirnya memutuskan tak lagi memakai nama band itu setelah mendapati ada yang tidak setuju dan mengaku dirugikan. Dia sendiri tidak mengungkapkan siapa yang dimaksudnya tersebut.

Lewat unggahan Instagramnya, Rabu (18/11/2020), Ifan mengatakan mengambil keputusan melepaskan nama Seventeen setelah menjalani salat istikarah.

“Tidak lagi jadi vokalis Seventeen. Alhamdulillah setelah melewati beberapa shalat istikharah dan juga dikarenakan ada pihak yang merasa dirugikan dengan dipakainya nama Seventeen, aku dengan ini menyatakan untuk melepas nama Seventeen sebagai sebuah band,” tulisnya lewat unggahan Instagramnya, Rabu (18/11/2020) siang.

Ifan menyebut pascasendiri setelah bencana tsunami Tanjung Lesung yang menewaskan tiga temannya dirinya akan turut serta mengajak saudara-saudaraku dalam hati maupun dalam semua perhitungan (like I always did) @hermanseventeen @baniseventeen @andi_seventeen untuk selalu ikut dalam project apapun selama aku bermusik,” lanjutnya.

Kepada yang merasa dirugikan, Ifan mempersilahkan memakai nama Seventeen. “Tapi tolong jangan pernah lagi mengambil keuntungan dari musibah yang kami alami, aku maupun saudara-saudaraku yang lain telah sepakat untuk tidak pernah mengatasnamakan drama diatas karya, jadi tolong hargai itu,” tegasnya.

Ifan menjelaskan hampir dua tahun setelah musibah tsunami, tidak ada satupun hal yang dilakukannya untuk mengambil keuntungan atas itu. “Karena itu sama sekali bukan keuntungan. Bukan kehebohan dan euphoria yang patut digembor-gemporkan,” tukasnya.

Selama ini, Ifan memilih berdiam dan berusaha untuk membentuk proses selanjutnya, mencoba berdamai dengan kesakitan untuk membangun karya lainnya. “Karena kata legend menurutku dinilai dari sebuah karya, bukan dari sebuah kejadian. Dan aku tau begitupun menurut saudara-saudaraku. Apapun nama ataupun panggilannya, mereka akan selalu hidup di hati, bukan atas embel-embel atau panggilan apapun. Home is not where you at, but with who you stay,” jelasnya.

“Dan aku secara pribadi tidak akan pernah membiarkan saudara-saudaraku diingat dengan drama, mas Bani, mas Herman, mas Andi bukan sepantasnya anak band yang diingat karna terkena tsunami. Mereka adalah sosok PAHLAWAN tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab sampai saat terakhir nafas mereka, maupun setelahnya,” tuturnya.

Sebelum postingan ini, baru saja Ifan mengumumkan akan mengubah sejarah yang telah tertulis di Wikipedia, karena Seventeen sama sekali belom berakhir! “Memang hanya ragaku yang masih tersisa di sini, tapi karya kami berempat akan selalu kami inginkan untuk bisa selalu didengar. Besok aku akan suting video klip untuk single baru Seventeen atas nama kami berempat, bismillah,” ungkapnya. (nin/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya