oleh

Ikhlas Ratna Listy di Hari Nan Fitri

SUMEKS.CO — Ratna Listy mengikuti imbauan dari pemerintah tidak pulang kampung halaman di Madiun, Jawa Timur, demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, ia selalu mudik.

Tidak bisa pulang kampung, Ratna Listy mengaku ada tradisi lebaran yang hilang. Diantaranya adalah sungkeman kepada orang tua dan melakukan ziarah kubur ke makam leluhur.

“Ada anjuran dari pemerintah untuk tidak mudik dan berlebaran di rumah saja. Saya menjalankan itu dengan ikhlas dan bersyukur. Apa yang berubah? Ya itu sungkeman ke orang tua, ziarah ke makam leluhur yang ada di Madiun nggak ada,” kata Ratna Listy melalui video, Minggu (24/5).

Meskipun tidak dapat melakukan tradisi sungkeman secara langsung, ibu dua anak itu tetap dapat melakukan silaturahmi kepada orang tua melalui video call. Dia pun melakukannya tadi pagi usai melaksanakan salat Idul Fitri. Meski begitu, tetap saja ada rasa berbeda melakukan sungkeman secara langsung dengan hanya sungkeman via video call.

“Kita video call-an aja sungkemannya. Bersyukurlah kita punya teknologi, sehingga kita bisa melakukan sungkeman online,” ungkap Ratna Listy.

Perempuan yang berulang tahun tiap tanggal 2 Agustus itu mengaku tidak memiliki persiapan khusus menyambut lebaran kali ini. Ratna Listy sendiri tidak tahu apakah akan ada tamu yang akan datang ke rumahnya di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Kalau lebaran biasanya ada kue, sudah ada kuenya. Ada nastar, putri salju, kuku macan, permen, kangen water, dan lain-lain. Mau ada tamu atau nggak yang penting sudah siap,” papar Ratna Listy. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

Komentar

Berita Lainnya