oleh

Iksan, Korban Sriwijaya Pertama Dimakamkan di Pontianak

SUMEKS.CO- Iksan Adlan Hakim, 33, salah satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang pertama tiba di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/1), langsung dimakamkan pihak keluarga. Dari 20 korban asal Kalbar, jenazah Iksan yang pertama tiba di Kalbar dan langsung dimakamkan di Kota Pontianak.

Isak tangis menyambut kedatangan peti jenazah korban setibanya di terminal VIP Pemerintah Daerah (Pemda) Kalbar.

”Kami sudah ikhlas atas kejadian ini. Jenazahnya segera kami makamkan hari ini (16/1),” kata M. Nasir, ayah korban saat berada di rumah duka di Jalan A. Rahman Gang Ikrar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Sabtu (16/1).

Dia mengatakan, keluarga besarnya sangat bersyukur jenazah Iksan dapat dibawa pulang ke Pontianak. Keluarga besar almarhum juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pencarian dan pemulangan jenazah.

”Kami mengharapkan doa, semoga almarhum ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya. Mungkin anak kami selama masa hidupnya, bila ada kesalahan, mohon dimaafkan,” ujar Nasir.

Sebelum dimakamkan, almarhum Iksan terlebih dulu dibawa ke rumah duka. Kemudian salat jenazah di Masjid Baitul Rahim. Almarhum dimakamkan di pemakaman umum Gang Hasanah di Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat, tidak jauh dari rumah orang tua almarhum.

Mendiang Iksan menurut informasi pihak keluarga, merupakan seorang pemuda yang sukses dalam berwirausaha. Dia baru saja melepas masa lajangnya dengan mempersunting Putri Wahyuni Effendi, 25, gadis asal Pekanbaru pada 7 Maret 2020.

Suasana haru dan tumpahan tangis, semakin terasa ketika peti jenazah korban itu dimasukkan ke liang lahat di pemakaman umum Gang Hasanah. Hampir seluruh keluarga hadir di pemakaman, diiringi doa pihak keluarga dan para kerabat yang hadir. Prosesi pemakaman Iksan berjalan dengan baik.

Diketahui, Ihsan adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Usianya kini memasuki 33 tahun. Lelaki dengan nama sapaan Keymol ini menikah dengan Putri Wahyuni Effendi (25) pada 7 Maret 2020 di Pekanbaru. Selama ini, kata Nasir, Ihsan bersama istrinya tinggal di Jakarta Timur. Rencananya, April 2020, mereka akan mengadakan resepsi atau ngunduh mantu di Pontianak. Namun terhalang karena pandemi Covid-19.

Rencana ngunduh mantu pun direncanakan pada 16 Januari 2021 ini, di Pontianal Convention Center (PCC). “Karena mau direncanakan acara ngunduh mantu itu, jadi Ihsan balik ke Pontianak bersama istrinya, Putri Wahyuni,” kenang Nasir.

Terbang ke Pontianak, Ihsan dan istrinya menumpangi pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu pekan lalu. Ihsan kini sudah teridentifikasi. Kamis malam, pihak DVI dan Sriwijaya Air sudah menginformasikan dan meminta keluarga untuk datang ke Jakarta. Perwakilan keluarga pun, kata Nasir, sudah ada yang ke Jakarta yakni saudara kandung Ihsan.

“Ihsan sudah teridentifikasi. Namun kemungkinan jasad tidak utuh. Untuk istrinya Putri Wahyuni hingga kini masih belum teridentifikasi,” kata Nasir. Ia berharap tidak ada halangan dalam proses pemulangan jenazah sang anak dan identifikasi sang menantu. Ia pun menyadari, tim pencarian sedang bekerja keras di lapangan.(jpg/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya