oleh

Ikuti Arahan Presiden Banyuasin Siap Ekspor ‘Sampah Bernilai’

BANYUASIN – Limbah sabut kelapa yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagian kecil masyarakat kini menjadi sektor baru secara besar-besaran untuk menambah perekonomian masyarakat Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Hal itu, dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kabupaten Banyuasin dalam upaya menurunkan angka kemiskinan serta menjadikan sektor baru dalam penumbuhan lapangan kerja dalam mensejahterakan masyarakat.

Dikatakan Bupati Banyuasin, H Askolani, sesuai dengan arahan Presiden RI, Ir H Joko Widodo serta Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin memastikan pengolahan limbah kelapa akan menjadi salah satu potensi dalam menurunkan angka kemiskinan dengan dapat dibukanya lapangan kerja baru, dan menajadi limbah sabut kelapa dapat bernilai dengan pemanfaatan yang dapat menjadi penambahan ekonomi masyarakat.

“Jadi kita ingin memanfaatkan limbah sabut kelapa dan akan kita ekspor ke manca negara. Pihak Kementrian juga telah membantu peralatan, kedepan termasuk dermaganya akan kita usulkan ke kementrian”, ucapnya usai pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lokasi Sentra IKM Kelapa (Tempat Pengolahan Limbah Kelapa), langsung bersama Investor pihak PT Agri Lestari Nusantara di Desa Teluk Payo, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin hari ini.

Askolani juga mengungkapkan bahwa dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu dengan cara-cara dan strategi yang kreatif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Oleh karna itu juga perlu adanya untuk dapat mengandeng investor agar dapat mengembangkan hasil pengolahan limbah sabut kelapa menjadi lebih bernilai harganya. ” Kita kerjasama dengan investor dan akan kerjasama juga dengan home industri”, jelasnya.

Sementara itu, Director PT. Agri Lestari Nusantara (ALN), Cepi Mangkubumi menjelaskan untuk di ketahui PT ALN sebagai anak perusahaan dari AGRICON Grup, merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak dalam pengolahan kelapa terpadu, didirikan di Bogor pada tahun 2014.

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen terhadap pengembangan produk turunan kelapa, PT. Agri Lestari Nusantara bertekad untuk terus berusaha mengembangkan produk unggul dan berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta dapat diterima oleh masyarakat global.

PT. Agri Lestari Nusantara memiliki pabrik pengolahan serabut kelapa (coco fiber) menjadi keset (coir doormat), tali untuk keperluan pasar expor, Pada saat ini ALN menjadi supplier IKEA untuk produk doormat yang diproduksi dari serabut kelapa.

“Untuk mesin kita sudah siapkan dan pastinya kita akan mengolah limbah Sabut ini menjadi lebih bernilai”, Ucapnya usai pengecekan secara langsung mesin pengolahan limbah kelapa bersama Kasubbid di Bappeda dan Litbang Banyuasin, Khoirul, Kasi Industri Kimia Disperindagkop Banyuasin, Ardianson dan kabid perindustrian Disperindagkop Banyuasin, Rizal. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya