oleh

Ilham Ditemukan Ibu Kandung Tewas Gantung Diri

MUARA ENIM – Erwana (36), warga Desa Menanti Selatan, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim berteriak histeris ketika melihat melihat anak kandungnya Nurpatir Ilhami (15), ditemukan tewas gantung diri di kebun karet milik Teguh mantan Kades Menanti Selatan, Minggu (20/9) pukul 08.30 WIB.

Atas temuan tersebut sontak desa setempat heboh, setelah Jailani (51) ayah tiri korban meminta bantuan kepada warga dan pemerintah desa langsung menghubungi Polsek Gelumbang dan Koramil 404-01 Gelumbang untuk mengevakuasi korban. Setelah berhasil evakuasi, korban dilarikan ke RSUD Gelumbang untuk dilakukan visum.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Saputra SH SIK MM melalui Kapolsek Gelumbang Iptu Harry Dinar SIK SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dirinya menjelaskan, dari keterangan Jailani (51) ayah tiri korban bahwa Ilham tidak pulang sejak Jumat (18/9) pukul 13.00 WIB. “Korban pergi mengendari sepeda motor milik sejak hari Jumat,” ujar Harry.

Tidak pulangnya korban tersebut, kata dia, Jailani bersama istri memperkirakan bahwa korban pulang kerumah ayah kandungnya di Desa Sungai Medang, Prabumulih. Minggu paginya, lanjut Harry, Jailani bersama istri pergi kekebun karet hendak mengambil getah karet hasil sadapan.

Setibanya dikebun karet, keduanya melihat sepada motor korban diarea kebun karet milik mantan Kades Menanti Selatan dan keduanya pun melakukan pencarian. Bak disambar petir disiang bolong, ibu korban langsung berteriak histeris setelah melihat sang anak tewas dengan kondisi gantung diri dipohon akasia.

Mendengar teriakan histeris istri, Jailani langsung berlari menghampiri dan melihat Ilham sudah tewas gantung dirinya. Saat itu ayah tiri korban memberitahukan warga dan perangkat desa setempat. Kejadian tersebut langsung memberitahukan ke Polsek Gelumbang.

“Dari hasil olah TKP posisi jasad korban menggantung 1,5 meter dari permukaan tanah dengan kondisi leher terikat tali tambang warna orange dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap,” jelasnya.
Selanjutnya, jasad korban di bawa ke RSUD Gelumbang untuk dilakukan visum. Setelah dilakukan visum oleh

RSUD Gelumbang pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya pihak keluarga membawa jasad korban untuk dikebumikan. Barang bukti yang diamankan, lanjutnya, seutas tali tambang warna orange panjang 1,5 meter, baju kaos warna merah, sepan dasar warna biru dan sepasang sandal jepit milik korban.

“Berdasarkan visum mata korban mengeluarkan darah, lidah tergigit, luka leher akibat keratan tali, perut membengkak, lebam dibagian perut bawah, mengeluarkan sperma, mengeluarkan kotoran,” jelasnya.

Menurut pengakuan ibu korban kepada anggota Polsek Gelumbang, mengatakan bahwa korban sudah pernah mencoba bunuh diri sebanyak dua kali. “Pertama pada tahun 2018 dan kedua 6 bulan yang lalu. Selain itu, Ilham pernah mengalami kerasukan makhluk halus waktu masih duduk dibangku kelas 6 SD. Sejak itu korban merasa ada yang mengikutinya,” terangnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya