oleh

Iman Brotoseno, dari Sutradara Film ke Dirut TVRI

SUMEKS.CO- Menangani pembuatan film layar lebar tentu bukan perkara mudah. Tapi, yang akan dihadapi Iman Brotoseno di jabatan terbarunya akan menghadirkan tantangan yang lebih besar lagi.

Sebagai direktur utama (Dirut) pergantian antarwaktu (PAW) TVRI untuk periode 2020–2022 yang dilantik di Jakarta kemarin (27/5), Iman dituntut bisa membawa perubahan pada TV pelat merah yang lama dirundung masalah itu. Pendahulunya, Helmy Yahya, yang dianggap banyak pihak sudah melakukan sejumlah gebrakan dicopot Dewan Pengawas (Dewas) TVRI pada 16 Januari 2020.

”Seluruh proses seleksi direktur utama LPP (Lembaga Penyiaran Publik) TVRI (PAW) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (27/5).

Upaya Jawa Pos mengontak Iman sampai tadi malam belum berhasil. Di profil akun Twitter pribadinya, Iman menulis International Visitor Leadership Program – USA 2013 | Sukarnoism | Dive Junkie | Film.

Pada 2016, dia menyutradarai film 3 Srikandi, sebuah biopik tentang tiga atlet panahan Indonesia yang berhasil merebut medali perak di Olimpiade Seoul 1988. Itulah medali pertama yang direbut Indonesia di Olimpiade.

Iman juga tercatat memimpin Time Line. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang komunikasi di ranah digital.

Mengutip dari keterangan di Linkedin, Iman memulai kiprahnya pada 1998. Sampai saat ini dia sudah menyutradarai lebih dari 1.000 karya kreatif, mulai iklan televisi, dokumenter, video musik, hingga film layar lebar.

Aktif sebagai bloger dan di media sosial, Iman tercatat sebagai konsultan media sosial dan komunikasi PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif 2014. Iman juga menggeluti fotografi bawah air dan seorang instruktur menyelam.

Arief membeberkan bahwa proses seleksi Dirut PAW LPP TVRI yang digelar sejak Februari 2020 diikuti 30 calon. Seleksi tersebut, lanjut Arief, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel melibatkan panel ahli dan tim psikologi dari Universitas Indonesia serta melibatkan partisipasi dan masukan dari karyawan maupun masyarakat.

Mengenai penunjukan Iman sebagai kandidat terpilih, Arief menjelaskan bahwa Iman telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan oleh dewan pengawas bersama dua calon lainnya, Daniel Wellim Alexander Pattipawae dan Farid Subkhan. ”Dengan latar belakang sebagai pekerja seni di bidang film, kepemimpinan Iman Brotoseno sebagai Dirut yang baru diharapkan dapat membawa TVRI ke arah kemajuan, memberikan kesejahteraan karyawan, serta kuat dalam program yang dibutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, penetapan Iman Brotoseno sebagai direktur utama TVRI pengganti Helmy Yahya disayangkan Komisi I DPR. Keputusan tersebut dinilai telah mengabaikan rekomendasi DPR yang meminta mengulang proses seleksi.

”Kami tentu kecewa dan menyesalkan sikap dewas yang terkesan terburu-buru dalam menetapkan Dirut TVRI,” kata anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal kemarin.

Disampaikan, keputusan dewas menyalahi prosedur. Selain mengabaikan hasil rapat bersama dengan DPR, penetapan tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan masukan dari komite penyelamat TVRI maupun Komisi I DPR.

Sebab, komite penyelamat TVRI maupun DPR sama-sama meminta agar proses seleksi calon Dirut ditunda dulu sampai persoalan gugatan hukum Helmy Yahya atas pemberhentiannya sebagai Dirut tuntas di pengadilan tata usaha negara (PTUN). (jpg/tvri/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya