oleh

Imbas Corona, 165 Pekerja Muratara di Rumahkan

MURATARA – Dampak mewabahnya virus corona, mulai dirasakan sejumlah tenaga kerja lokal di Kabupaten Muratara. Bahkan sejumlah perusahaan, sudah mulai mengeleluarkan intruksi untuk merumahkan para pekerja.

Informasi dihimpun, banyak warga Muratara yang mendaftar dalam program pra kerja. Kondisi itu terjadi akibat, adanya dampak wabah Covid-19, yang berimbas ke dunia industri, baik di sektor komoditas dan industri UKM maupun pelaku ekonomi mikro.

“Sekarang banyak warga yang daftar ke Disnaker, infonya ada bantuan untuk pra kerja dari pemerintah. Selain tenaga kerja lokal di Muratara juga banyak perantau yang kerja di luar daerah pulang karena, tempat mereka kerja mereka di sana tutup,” kata Ririn warga Muratara, Rabu (15/4).

Dia mengatakan, dampak Covid-19 juga terjadi terhadap pelaku ekonomi mikro. Seperti para pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah. Saat ini mereka tidak beraktifitas karena sekolah tutup. “Sekarang sekolah semua tutup, jadi mereka juga tidak bisa berjualan di sekitar sekolah lagi,” timpalnya.

Sementara itu, kepala dinas tenaga kerja (Disnaker) Muratara, Abdurahman menuturkan. Dari puluhan perusahaan yang berada di wilayah Muratara, hanya di dapati dua perusahaan yang merumahkan para pekerja. Salah satu faktornya, karena imbas dampak wabah Corona.

“Ada dua perusahaan yang merumahkan pegawainnya seperti PT Gorbi dan PT JOP. Untuk jumlah pegawai yang dirumahkan sekitar 165 orang jumlah total dengan rincian 81 orang pekerja PT Gorbi dan 85 PT JOP,” tegasnya.

Pihaknya menegaskan, perusahaan itu sudah memberikan surat keterangan resmi ke Disnaker Muratara. “Meski mereka di rumahkan tapi mereka tetap mendapatkan gajih pokok. Berbeda dengan sistem PHK, yang tidak lagi medapat gaji pokok namun mendapatkan pesangon,” timpalnya.

Abdurahman menegaskan, sampai sejauh ini di Muratara belum ada perusahaan yang menerapkan PHK. Untuk mengatasi masalah imbas evek dari wabah Corona. Pemerintah sudah menyiapkan program bantuan prakerja. “Sudah banyak yang daftar tapi untuk jumlahnya kami belum bisa mantau karena itu langsung daftar melalui sistem online. Untuk dampak memang seluruh sektor berpotensi berdampak,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya