oleh

Imbas Corona, Penjualan Hewan Qurban Turun 10 Persen

MUARA ENIM – Pandemi Corona atau Covid-19 telah meruntuhkan perekonomian masyarakat. Buktinya H-18 menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban turun. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, penurunannya mencapai 10 persen.

Penurunan penjualan hewan qurban dirasakan salah satu pedagang hewan kurban Barokah berlokasi di Pelita Sari Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim. “Pandemi ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, sehingga daya beli hewan qurban menurun 10 persen. Walaupun demikain, stok hewan qurban dipastikan sangat mencukupi,” ujar Husin (45) pengurus Kelompok Ternak Sapi Barokah, Senin (13/7).

Menjelang tiga minggu pelaksanaan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, kata dia, baru beberapa ekor saja yang terjual. “Tidak seperti tahun sebelumnya, menjelang hari Raya Qurban sudah banyak yang terjual,” ungkapnya.

Untuk harga hewan qurban sendiri, lanjut Husin, saat ini masih stabil. Untuk sapi bali dibanrol seharga Rp15-18 juta, lomosin Rp20-30 juta, Metal Rp20-30 juta, peranakan ongle (PO) Rp20-30 juta dan sapi lokal Rp15-18 juta.

Dalam penjualan hewan qurban, kata dia, ternak sapi Barokah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berkordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Muara Enim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban dan penyemprotan vaksin serta hewan kurban yang dijual akan disertai surat keterangan kesehatan hewan.

“Meski faktor pandemi Covid-19 yang membuat jumlah pembeli hewan qurban menurun tidak berpengaruh terhadap kualitas ternak dan daging. Sebab dikandang ternak Barokah semuanya diperhatikan mulai kesehatan ternak, pakan dan kebersihan kandang,” jelas Husin.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya