oleh

Imingi Setoples Permen, Kakek Cabuli Bocah SD

EMPAT LAWANG – Seorang kakek berusia 60 tahun, Majid terpaksa mendekam di Hotel Prodeo Mapolres Empat Lawang. Dia ditangkap anggota Satreskrim atas dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur, sebut saja Bunga (12) bukan nama sebenarnya.

Mirisnya lagi ternyata sang kakek merupakan salah seorang yang sering menjadi imam di masjid tempat tinggalnya, Desa Muara Betung, Kecamatan Ulu Musi. Sedangkan korban masih tetangganya sendiri.

Suasana sedikit tegang saat tersangka ditangkap dirumahnya pada Jumat (6/3) sore dan ketika digiring ke mobil. Karena keluarga korban tersulut emosinya dan berusaha menghakimi tersangka, beruntung petugas bisa meredam situasi.

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto melalui Kasat Reskrim AKP M Ismail mengatakan, pelaku melakukan pencabulan pada November 2019 sekira pukul 13.00 Wib di dalam kamar rumahnya.

Modusnya, pelaku memanggil korban, lalu diajak masuk ke dalam kamarnya. Kemudian pelaku mengunci pintu kamar. Pelaku juga mengiming-imingi korban dengan membelikan 1 toples permen.

“Di dalam kamar itulah pelaku berbuat cabul terhadap korban. Setelah itu pelaku mengancam korban dengan berkata “Jangan ngomong samo wong tuo kau, kalau ngomong kau kulelek (disembelih),” katanya.

Lanjut kasat, tersangka sudah diamankan di Mapolres Empat Lawang dan dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Terungkapnya kasus pencabulan anak dibawah umur ini, ketika salah seorang guru korban curiga karena korban sering menangis di sekolah dan mengeluhkan sakit dibagian kemaluannya.

Saat ditanya oleh sang guru, korban pun bercerita bahwa dirinya sering dicabuli oleh tersangka Majid.

Dari pengakuan tersangka dihadapan penyidik, diketahui bahwa sudah sebanyak 2 kali tersangka mencabuli korban, dan perbuatan bejatnya dilakukan di rumahnya. “Iyo ado nian. Sudah 2 kali di rumah,” akunya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya