oleh

Indonesia Ambil Sikap Soal Kudeta Militer Myanmar

SUMEKS.CO – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengambil sikap terkait situasi yang memanas di Myanmar menyusul unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar. Indonesia oleh warga Myanmar dianggap pro kudeta militer.

Dalam keterangan tertulis resmi Kemenlu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan dirinya dan delegasi kecil, baru saja kembali dari kunjungan singkat ke Bangkok, Thailand. Itu merupakan bagian shuttle diplomacy Indonesia untuk membahas dan mencoba berkontribusi guna mencari penyelesaian terbaik bagi situasi di Myanmar saat ini.

“Bukan pertama kalinya, Indonesia melakukan shuttle diplomacy. Pada saat isu Rohingya muncul misalnya, Indonesia juga merupakan salah satu negara pertama yang melakukan shuttle diplomacy,” katanya.

Menlu Retno menjelaskan minggu lalu dirinya melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam dan Singapura. Sebelumnya, Indonesia sudah membahas panjang lebar isu Myanmar dengan Malaysia selama kunjungan PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, ke Indonesia.

Dalam beberapa hari ini, secara sangat intensif, Menlu Retno melakukan konsultasi dengan Ketua ASEAN. Kemudian dengan Menlu Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja. Dengan Utusan Khusus Sekjen PBB dan dengan acting assistant under secretary dari Amerika Serikat. Selain itu dengan mantan Perdana Menteri Australia yang sekarang menjadi Ketua Global Leadership Forum and Asia Society, juga berencana melakukan pembicaraan dengan Indonesia.

Sebelumnya Indonesia telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, dan India.

“Pelaksanaan shuttle diplomacy, tentunya bukan hal yang mudah dilakukan di masa pandemi ini.
Namun demikian, hal ini tetap dilakukan oleh Indonesia, mengingat adanya prinsip-prinsip yang perlu ditegakkan dan keinginan kuat untuk terus berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan,” kata Menlu Retno.

“Indonesia memilih untuk tidak berdiam diri. To do nothing is not an option,” tegasnya.

Dalam kunjungan singkat ke Bangkok, Menlu Retno melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai, membahas beberapa isu bilateral, termasuk persiapan Joint Commission Meeting tahun ini yang bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Pertemuan dengan Menlu Don juga membahas perkembangan di Myanmar termasuk persiapan atau rencana persiapan pertemuan ASEAN. (jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya