oleh

Indonesia Belajar Riset pada Prancis

-Edukasi, Tekno-47 views

SUMEKS.CO-Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) membuat kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Prancis, untuk penguatan di bidang riset, inovasi, pendidikan tinggi, dan kewirausahaan.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan, pertemuan tersebut untuk membangun dan memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kewirausahaan yang selama ini sudah terjalin.

“Sangat penting menjaga kolaborasi antara dua negara, Indonesia-Prancis. Indonesia sangat berkomitmen dalam kolaborasi ini. Saya yakin bisa lebih baik dan lebih kuat ke depan,” kata Bambang, Jumat (1/11)

Menurut Bambang, untuk bisa meningkatkan kualitas riset di Indonesia, mau tidak mau Indonesia harus belajar, sekaligus bekerja sama dengan peneliti, terutama dengan negara yang sudah relatif maju penelitiannya.

“Pihak Indonesia dapat bekerja sama dengan universitas-universitas maupun pusat riset teknologi inovasi di Prancis yang sudah mempunyai tradisi riset untuk menghasilkan berbagai produk inovasi yang kuat,” ujarnya.

Bambang juga menginginkan, ilmuwan dan akademisi Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di berbagai bidang, terutama dalam menghasilkan produk riset dan inovasi berkualitas tinggi.

“Ini sudah yang kesebelas kalinya pertemuan diadakan, harapannya ilmuwan Indonesia atau akademisi Indonesia bisa bekerja sama dengan ilmuwan dan akademisi Prancis, sehingga bisa meningkatkan kualitas penelitiannya,” tuturnya.

Bambang juga berharap, lebih banyak para pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan inovator Prancis berkolaborasi dengan pelaku iptek dan inovator di Indonesia.

Kerja sama riset antara Indonesia dan Prancis mencakup berbagai bidang global, terutama yang difokuskan tentang beberapa tema iptek, seperti maritim, pertanian dan pangan, energi, transportasi, kesehatan, informasi, komunikasi dan teknologi (ICT), teknologi pertahanan, serta sosial humaniora.

“Intinya kita lebih menekankan pada iklim penelitian yang harus lebih kuat di antara institusi litbang (penelitian dan pengembangan) dan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia,” terangnya.

Dengan kerja sama antara pihak Indonesia dan Prancis, lanjut Bambang, diharapkan kualitas riset di Indonesia menjadi “world class research”.

“Para periset di Indonesia tidak hanya berhenti pada tataran riset dasar dan riset aplikasi, akan tetapi mencoba menjadi pencipta atau inovator dalam bentuk invensi maupun inovasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard mengatakan, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam bidang riset, inovasi, pendidikan tinggi, dan kewirausahaan.

“Sebuah kehormatan ada di Makassar untuk melakukan pertemuan ini. Kita terbuka untuk berkolaborasi dalam riset dan inovasi, termasuk mahasiswa. Kita siap menerima peneliti dari Indonesia,” katanya.

(der/fin)

Komentar

Berita Lainnya