oleh

Ingatkan Jangan dikuasai Pribadi

-Sumsel-191 views

Petani Terkena Musibah Banjir Terima Bantuan Benih

LAHAT – Keran bantuan pertanian dari dana APBN kembali mengalir di Kabupaten Lahat. Kali ini petani baik padi, kebun kopi jagung dan lainnya mendapat bantuan.

Namun diingatkan Sekda Lahat H Januaryaj Hambali bahwa bantuan tersebut jangan dikuasai pribadi.

“Bantuan ini untuk kelompok tani. Tujuannya untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan, guna meningkatkan kesejahteraan petani. Boleh saja disewahkan kepada masyarakat, tapi harus kesepakatan kelompok taninya,” tegas Januarsyah, disela-sela penyerahan bantuan secara simbolis, di parkiran Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, Senin (5/8).

Bantuan yang diberikan diantaranya, 4 unit corn sheller, 32 gergaji mesin, 400 ribu batang bibit kopi, 190 ton pupuk organik, 400 liter pestisida, 500 batang bibit mangga, dan benih padi untuk lahan 9.930 hektar. Bantuan tersebut diserahkan kepada kelompok tani di delapan kecamatan.

Bantuan yang diterima, 65 persen bantuan berasal dari dana APBN. “Disinilah peran pertanian, dimana, kontribusinya dalam pemantapan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan,” tukas Sekda didampingi Kadis Pertanian Ir Agustia Budiman.

Disampaikan Agustia Budiman, bahwa bahwa bantuan benih termasuk bagi Petani yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu.

“Diantaranya, benih padi jenis hibrida, inbrida sawah dan lahan kering (Gogo), serta bantuan bagi petani tertimpa musibah banjir, di Tanjung Sakti Pumu dan Gumay Ulu sebanyak 400 Kg,” paparnya, Senin (5/8).

Selain itu, sambung dia, bantuan benih tumpang sari jagung dan kedelai serta mono kultur.

“Kedelai seluas 120 Ha, Jagung 635 Ha, dan kacang tanah mencapai 50 Ha,” urai H Agustia.

H Agustia menerangkan, pada bidang perkebunan, ditahun ini fokus pada peremajaan tanaman kopi seluas 400 Ha.

“Petani akan dibantu bibit kopi robusta 400 ribu batang, 32 gergaji mesin, 190 ribu Kg pupuk organik, dan 400 liter herbisida kepada 16 kelompok tani (Koptan) di 8 kecamatan,” tandasnya seraya menambahkan, untuk penanaman kembali kelapa sawit (Replanting) seluas 1.018 Ha, dengan total bantuan Rp 25 M, berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.(gti)

 

Komentar

Berita Lainnya