oleh

Inggris Akan Batasi Peredaran Mobil Diesel Pada 2021

-Otomotif-32 views

SUMEKS.CO- Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas udara lokal, kabinet Dewan Kota Bristol, Inggris mempertimbangkan rencana larangan beredarnya kendaraan diesel milik pribadi di pusat kota. Sebagaimana dilansir JawaPos.comdari AutoExpress, Senin (4/11), pemerintah juga akan memperkenalkan zona udara bersih yang lebih luas.

Bahkan, kendaraan diesel yang termasuk komersial seperti bus, taksi, HGV, dan LGV akan dikenakan biaya untuk mengemudi di kota. Rencana ini akan diajukan kepada dewan pada rapat kabinet pada 5 November mendatang.

Jika disetujui, baik larangan diesel dan zona udara bersih mulai berlaku mulai Maret 2021. Sehingga keputusan itu nantinya akan menjadikan Bristol kota pertama di Inggris yang menerapkan larangan langsung pada mobil diesel.

Walikota Bristol, Marvin Rees, berkomentar, rencana ambisius ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi polusi udara sehingga pihaknya akan memenuhi batasan hukum dalam waktu cepat. Tetapi, dirinya menyebut, keputusan ini harus dipertimbangkan dengan baik agar dapat berlaku adil bagi masyarakat dengan pendapatan yang lebih rendah. Sehingga tidak terjadi ketimpangan.

“Melindungi orang yang paling rentan dari polusi adalah inti dari rencana ini dan kami telah memastikan bahwa semua dampak telah dipertimbangkan dengan cermat. Jika disetujui, langkah-langkah mitigasi akan mendukung mereka yang paling terkena dampak, terutama mereka yang tinggal di komunitas yang paling miskin,” ujarnya demikian.

Sementara itu, Nicholas Lyes, Kepala Kebijakan Jalan di RAC, menunjukkan larangan ini bisa menyebabkan  masalah. Lyes menjelaskan bahwa rute utama masuk, keluar, dan sekitar kota bagi kendaraan diesel akan menjadi di luar batas, sehingga dipaksa ke jalan lain.

Tapi, di jalan sekitar kota tidak ada alternatif yang terjangkau dan dapat diandalkan. Ini berisiko menyebabkan masalah kemacetan.

“Kami menyadari bahwa upaya-upaya harus dilakukan untuk membersihkan udara kota, tetapi seperti yang terjadi sekarang, dampak dari proposal yang diterbitkan hari ini pada orang-orang yang saat ini mengendarai kendaraan diesel akan sangat luar biasa,” jelasnya.

Selain itu, beberapa pengemudi mobil diesel yang terkendala keuangan bisa saja menghadapi penalti yang signifikan untuk keluar dari kontrak mereka lebih awal. Ada pula pengemudi kendaraan yang lebih tua, yang dihadapkan dengan keharusan menyerahkan kendaraan mereka dan beralih ke sesuatu yang berbeda serta sangat mahal.(jawapos)

Komentar

Berita Lainnya