oleh

Inggris dan Jerman Jadi Pelengkap Referensi

JAKARTA – PSSI membangun sepak bola Indonesia dengan Filanesia. Filosofi bermain sepak bola dengan memaksimalkan kondisi pemain Indonesia. Memiliki kecepatan dan postur tidak terlalu jangkung. Sebagai pelengkap konsep, federasi sepak bola Indonesia itu mengaduknya dengan cara bermain sepak bola Inggris dan Jerman.

“Dengan filanesia, kita gak berkiblat dengan cara bermain negara mana pun. Kita punya gara sendiri. Nah dalam rangka penyempurnaan, butuh banyak riset. Negara yang kita adopsi dalah Inggris selain juga Jerman,” ungkap Sekjend PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta.

Inggris, kata Tisha, menjadi rujukan dalam menyempurnakan permainan ala Indonesia. Karena mereka dikenal sukses dalam membina pemain muda. Karena itu, pemain usia 16 tahun yang tahun ini masuk dalam Timnas U-17 dikirim ke sana untuk menempa ilmu. Mereka di sana selama enam bulan sejak bulan kemarin.

Sebagai pelengkap program, PSSI juga minta Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti nyusul untuk menimba ilmu di Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Setelah belajar di Ingris menjadi asisten Dennis Wise selaku Direktur Program. Bima akan pimpin Timnas U-16 bertarung di Piala AFF U-15 pada 27 Juli-9 Agustus di Thailand. Sesekali Bima akan mudik ke Indonesia untuk melihat pemain hasil tameng scouting PSSI dalam mengumpulkan materi pemain U-15.

“Saya lihat video-video kiriman dari teman yang sudah ada di Inggris. Saya lihat programnya sangat luar biasa. Pemain tampak enjoy. Ini hal baru bagi kita di Indonesia bagaimana cara bentuk tim yang solid. Di sana juga banyak uji coba jadi banyak ilmu yang didapat,” ungkap Bima, eks pelatih Timnas di Piala AFF 2018 ini.

Bima menjelaskan, tidak ada yang perlu di risaukan dengan dipilihnya Inggris sebagai pemantapan bermain sepak bola anak-anak muda Indonesia. Meskipun sebelumnya timnas adopsi gaya main Spanyol dengan dipilihnya Luis Mills jadi pelatih timnas di Asian Games lalu. “Saya akan adopsi hal-hal positif. Kemudian disesuaikan dengan skill pemain Indonesia. Kami ingin bangun cara main sendiri, bagaimana cara built up serangan. Karena jika pakai kick and rush andaikan long passing yang dipakai Inggris gak bisa. Mengingat postur tubuh pemain kita gak setinggi pemain Inggris,” jelasnya. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya