oleh

Ini Alasan Ibu Muda Tenggelamkan Kepala Anak ke Ember

TANGSEL – Polres Tangerang Selatan mengungkap motif terkait penganiayaan dengan menenggelamkan kepala seorang anak di dalam ember berisi air yang dilakukan oleh ibunya sendiri berinisial LQ (23) di wilayah Cempaka Raya, Rempoa, Ciputat Timur.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan mengatakan aksi tersebut dilakukan LQ lantaran kesal kurang diperhatikan oleh suami sirinya berinisial A. Lantaran kesal, LQ pun menganiaya anak tersebut yang direkamnya menggunakan telepon seluler miliknya.

“Motif tersangka melakukan hal tersebut sebagai bentuk kekesalan terhadap suaminya dan dilampiaskan kepada anaknya,” ujarnya, Senin (23/11/2020).

Imam menuturkan LQ mengirimkan video tersebut ke suaminya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp saat bertengkar. Karena kesal, Imam menambahkan, sang suami pun mengunggah video tersebut ke media sosial Instagram milik istrinya.

“Alasan suami untuk memberitahukan bahwa apa yang dilakukan istrinya keliru dan salah. Yang menyebarkan tersangka dan suaminya, tapi mengirim video yang viral seperti itu melanggar UU ITE,” katanya.

Iman menjelaskan, terkait belum ditetapkan status tersangka dan pemahaman terhadap suaminya, lantaran proses hukum harus dilakukan secara bertahap. “Proses hukum itu harus dilakukan secara bertahap, kalau isteri dan suaminya jadi tersangka anaknya sama siapa?,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Iman, tersangka sedang dilakukan penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan.

“Kita lakukan penahanan dan dikenakan pasal 80 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman di atas 5 tahun,” tutupnya.

Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) membekuk seorang wanita berinisial LQ (23) yang menganiaya anaknya masih balita di wilayah Jalan Cempaka Raya, Rempoa, Ciputat Timur, Tangsel.

Pelaku menganiaya dengan cara menenggelamkan kepala anaknya ke dalam sebuah ember yang berisi air di dalam kamar mandi.

Kanit Reskrim Polsek Ciputat Timur, Iptu Hitler Napitupulu mengatakan, pelaku telah ditangkap pada Kamis (20/11/2020) di rumahnya.

“Iya sudah (ditangkap) semalam. Kasus itu sudah dilimpahkan ke Polres Tangsel,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).

Sementara, Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra menuturkan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku kejadian tersebut sudah berlangsung lama, tapi baru viral pada saat ini.

“Kejadiannya pada 25 Juni lalu. Saat ini pelaku sudah di Polres Tangsel untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Angga.

“Pelaku belum nikah secara resmi, dia nikah sirih,” imbuhnya. Angga menambahkan korban saat ini telah ditangani pihak psikiater anak dan tim medis guna mendapat perhatian khusus terkait kesehatannya.

Kasus itu sendiri bermula dari sebuah video yang viral di media sosial Twitter dengan akun @mbakkim.

Dalam video tersebut, terlihat penganiayaan balita itu terjadi, dimana pelaku yang merupakan ibu dari balita tersebut menenggelamkan bagian kepala anaknya ke dalam sebuah ember yang berisi air secara paksa. (hen/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya