oleh

Ini Alasan PDI Perjuangan Usung Eri – Armuji di Pilwali Surabaya

Sumeks.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkap sejumlah alasan kenapa partainya memberikan rekomendasi kepada Eri Cahyadi-Armuji. Keduanya bakal beratung merebut kursi yang saat ini masih diduduki oleh Tri Rismaharini.

“Ery Cahyadi merupakan sosok PNS yang dibesarkan dari kalangan Nahdliyin dan ini juga menunjukkan bagaimana proses kaderisasi kepemimpinan itu dilakukan dengan baik oleh Ibu Tri Rismaharini,” ujar Hasto dalam konfrensi per secara virtual, Rabu (2/9).

Sementara terkait sosok Armuji, Hasto mengatakan, yang bersangkutan merupakan kader internal partai yang berkarir dari bawah. Armuji berkarir sejak dari pengurus anak ranting, sampai ke pengurus tingkat kabupaten/kota di DPC PDIP Kota Surabaya. Pun, Armuji sudah berpengalaman karena pernah menjabat Ketua DPRD Surabaya.

“Sehingga Mas Armuji dengan pemahamannya terhadap aspek-aspek legislasi, anggaran, dan fungsi pengawasan parlemen, pasti akan menjadi mitra yang baik yang saling memperkuat kepemimpinan Mas Eri yang dipadukan dengan Bung Armuji tadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait status Eri sebagai PNS, Hasto mengatakan PDIP akan mengikuti aturan perundang-undangan yang ada. Dia meyakini, kombinasi Eri-Armuji, dukungan masyarakat, dan keberhasilan kepemimpinan Risma, akan menjadi modal yang penting dalam memenangkan Pilwalkot Surabaya.

“Kami meyakini bahwa pasangan ini akan mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat Surabaya. Tetapi kami tak boleh lengah, kami harus terus mengorganisir rakyat untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan antara Ibu Tri Rismaharini dan Mas Whisnu, dengan Eri dan Armuji ini,” tuturnya.

‎Hasto juga meyakini, semua kader partai di Jawa Timur dan Surabaya akan solid mendukung keputusan partainya memajukan pasangan Eri Cahyadi-Armuji.

Lebih lanjut, Hasto tak membantah bila selama ini, nama Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana gencar disebut akan maju di Pilwalkot Surabaya. Namun akhirnya DPP PDIP memilih Eri Cahyadi-Armuji.

“Setelah Ibu Ketua umum mengambil keputusan, maka semua solid, semua taat asas untuk menjalankan perintah ibu ketua umum tersebut,” ungkapnya.

Setelah PDIP menunjuk Eri Cahyadi dan Sarmuji maka semua kader kompak. Tidak ada faksi-faksi yang melakukan penolakan. Semua harus bergerak memenangkan pasangan tersebut.

“Dengan demikian tidak ada faksi-faksi di internal PDIP, kami dididik untuk berpartai itu tidak membuat kelompok, kami dididik berpartai itu untuk meluruhkan kepentingan pribadi dan tunduk pada kepentingan kolektif kepartaian itu, itu kesadaran elementer sebagai orang partai,” pungkasnya.

Diketahui Eri Cahyadi-Armuji di Pilwali Surabaya bakal menghadapi Machfud Arifin-Mujiaman. Pasangan Machfud-Mujiman ini diketahui mendapatkan dukungan dari delapan partai politik. Diantaranya PKB, PKS, PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN dan Gerindra.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya