oleh

Ini Alasan Wagub Tutup Acara Musik

MAKASSAR – Tindakan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang menghentikan acara musik Makassar Millenial Sound pada Kamis (27/6), menuai protes.

Protes disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid. Dia  menyayangkan langkah tersebut terlebih alasan penghentian acara itu karena mengganggu tidur Sudirman.

“Jangan seperti itu lagi lah. Jauh itu jaraknya 200 meter padahal dari rumah dinas. Wagub sebelumnya juga enggak pernah merasa terganggu. Saya juga kaget. Kafe itu kan punya izin enggak boleh dilarang,” kata dia saat dikonfirmasi.

Kadir menilai seharusnya Sudirman tidak boleh bersikap demikian. Apalagi posisi Sudirman sebagai wakil gubernur yang harusnya mengayomi masyarakat.

“Saya kira tidak boleh begitu tidak boleh wagub langsung suruh berhenti begitu, kan itu jauh dari rumah jabatan. Enggak boleh begitu. Biar tetangga saja enggak boleh begitu,” kata Kadir.

Menurutnya, kafe tentu mempunyai izin setiap menggelar acara. Apalagi, kafe tersebut sudah sering menggelar acara musik.

Ditambah, jarak rumah dinas wagub lumayan jauh sekitar 200 meter dari lokasi acara. “Padahal dulu enggak pernah. Dulu enggak pernah. Saya juga kaget,” katanya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Syaufan Rozi Soebhan mengatakan, harusnya Sudirman dilibatkan untuk pengembangan musik dan lagu nusantara dengan menyepakati waktu, tempat dan cara yang pas.

“Saling sinergi bukan clash atau konflik kepentingan. Solusinya mesti ada dialog antargenerasi untuk saling memahami kebiasaan dan keunikan masing-masing soal tradisi siesta atau tidur siang dan ekonomi kreatif,” kata Soebhan.

Menurut dia, sudah saatnya Kota Makassar punya tempat khusus untuk ekspresi seni budaya dan ekonomi kreatif seperti daerah Reklamasi Pantai Losari.

“Waktunya setelah tidur siang dan di luar waktu ibadah tentunya, sehingga saling dukung,” katanya.

Sudirman sendiri mengakui anak buahnya yang hentikan kegiatan tersebut bersama polisi lantaran acara belum mengantongi izin.

“Selain itu juga, mengganggu warga sekitar dan sudah banyak aduan. Daerah permukiman, pendidikan dan dekat masjid serta rujab. Kami juga kalau ada kegiatan terganggu serta ada anak kecil juga,” kata Sudirman.

Menurutnya sudah pernah dilakukan dimediasi bersama warga, dan pemilik kafe berjanji tidak membuat acara yang bisa mengganggu lagi karena memang lokasinya di zona pemukiman.
Ditanya soal waktu tidur siangnya terganggu, Andi Sudirman mengatakan, dia memang berada di rujab siang hari karena dalam kondisi sakit. (tan/dom/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya