oleh

Ini Analisis Reza Indragiri Terhadap Vonis Nia Ramadhani-Ardi Bakrie

SUMEKS.CO, JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan satu tahun penjara terhadap terdakwa Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie dalam sidang yang digelar kemarin (11/1). Dilihat dari kacamata hukum, putusan tersebut berat bagi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie karena tidak menjalani rehabilitasi.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel memberikan komentar atas putusan PN Jakpus tersebut. Reza mengomentari putusan Majelis Hakim PN Jakarta Pusat yang mengabaikan rehabilitasi terhadap Nia Ramadhani dan suaminya, Ardie Bakrie lantaran dianggap bukan pencandu narkoba.

Majelis hakim dalam putusannya memvonis Nia Ramadhani, Ardie Bakrie, dan sopirnya bernama Zen Vivanto dengan hukuman satu tahun penjara. Dalam analisisnya, Reza mengatakan perilaku penyalahgunaan narkoba tidak tepat jika dilihat secara hitam putih, yakni pencandu atau bukan pencandu.

“Lihatlah sebagai kontinum,” kata Reza Indragiri kepada JPNN.com, Selasa (11/1). Reza menjelaskan penyalahguna narkoba bisa dilihat dari apakah dia pemakai eksperimental, pemakai untuk tujuan rekreasional. Kemudian, ada juga penyalahguna rutin, penyalahguna berisiko tinggi, sampai pencandu.

Pencandu pun bisa dipilah ke dalam dua tipe: pencandu narkoba jenis tunggal, sampai pencandu narkoba jenis beragam. Dengan melihatnya sebagai kontinum, kata Reza, maka bisa dipahami bahwa rehabilitasi sebenarnya dibutuhkan sejak level pertama.

Tujuan rehabilitasi itu agar penyalahguna tingkat awal tidak berlanjut atau memburuk ke level berikutnya.

“Nah, menurut majelis hakim, A dan N berada pada level yang mana?” ucap penyandang gelar MCrim (Forpsych-master psikologi forensik) dari Universitas of Melbourne Australia itu.

Putra daerah Indragiri, Riau ini lantas mengungkap dampak buruk akibat pengabaian rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba. Termasuk pada kasus Nia dan Ardie Bakrie.

“Dikesampingkannya rehabilitasi pada satu level, termasuk level awal, berisiko menjerumuskan N dan A ke level keparahan yang lebih tinggi,” ucap Reza.

Terlebih lagi, kata Reza, bisa disimak kabar tentang lembaga pemasyarakatan atau lapas menjadi tempat pesta bahkan pabrik narkoba. “Tanpa rehab, bagaimana napi narkoba bisa imun?” ucap Reza Indragiri.

Sebelumnya, Nia Ramadhani dan suaminya, Anindra Ardiansyah Bakrie serta sopir mereka Zen Vivanto divonis hukuman satu tahun penjara atas penyalahgunaan narkoba.

Putusan itu dibacakan Majelis Hakim PN Jakarta Pusat pada Selasa (11/1). Atas putusan itu, para terdakwa sudah menyatakan banding. (fat/dom/jpnn)

 

Komentar

Berita Lainnya